RENUNGAN BULAN SEPTEMBER 2008

Senin, 01 September 2008

2Korintus 9:6-15

MANUSIA LABU

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan,

sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita

(2 Korintus 9:7)

Di Colorado Springs, orang-orang memanggil Nick Venetucci “Manusia Labu”. Selama 50 tahun setiap musim gugur, ia mengundang ribuan anak sekolah untuk mengunjungi tanah pertaniannya di sepanjang pinggir Sungai Monument Creek, untuk memetik sebuah labu gratis, dan membawanya pulang. Nick suka berjalan-jalan di sepanjang ladangnya bersama anak-anak, membantu mereka menemukan labu “yang tepat”.

Suatu kali di sekolah dasar setempat, yang diberi nama Venetucci untuk menghormati si Manusia Labu, sang kepala sekolah berkata, “Ia mengajarkan anak-anak definisi kemurahan hati. Ia memberi, memberi, memberi, dan tidak pernah mengharapkan balasan kembali.” Ketika Nick meninggal pada usia 93 tahun, masyarakat menyebutnya sebagai pahlawan karena semangat kebaikan dan ketulusan hatinya.

Nick Venetucci membagikan buah dari hasil pekerjaannya karena ia memang menginginkannya. Alkitab mendorong kita semua untuk memberi dengan cara seperti ini: “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (2 Korintus 9:7,8).

Kasih karunia berasal dari Allah; pemberian berasal dari hati kita. Manfaatnya menyebar kepada lebih banyak orang daripada yang bisa kita bayangkan. Manusia Labu menunjukkan kepada kita bagaimana cara melakukannya - DC

PEMBERIAN PALING MULIA BERASAL JAUH DARI DALAM HATI

Selasa, 02 September 2008

Ulangan 6:1-9

PETUNJUK YANG BAIK

Apa yang kuperintahkan kepadamu hari ini haruslah engkau perhatikan

(Ulangan 6:6)

Ketika saya tengah duduk di bangku SMA, instruktur mengemudi saya memberikan saran yang bijak. Apakah kamu pikir dengan melihat kaca spion, kamu akan mengetahui apa yang ada di sisi kirimu? Padahal sebenarnya penglihatanmu melalui kaca spion itu terbatas, katanya. Karena itu, menengoklah selalu ke samping sebelum kamu berpindah jalur. Barangkali, tanpa engkau sadari, ada mobil lain yang sedang melintas. Petunjuk yang bijak ini telah menghindarkan saya dari kecelakaan parah yang bisa saja terjadi.

Musa juga memiliki beberapa petunjuk yang bijak bagi umat Israel. Mempelajari dan merenungkan perintah-perintah Allah harus mereka jadikan bagian dari hidup. Musa berkata, Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring, dan apabila engkau bangun (Ulangan 6:7). Secara singkat, firman Allah harus merasuk ke dalam setiap aspek hidup mereka.

Alkitab merupakan petunjuk dari Allah sendiri bagi kita untuk mengarahkan bahtera hidup. Akan tetapi, memiliki Alkitab saja tidak cukup. Alkitab harus dipelajari, diterapkan, dan dibagikan kepada sesama.

Sama seperti kita selalu menengok ke belakang pada saat akan berpindah jalur di jalan raya, menerapkan firman Allah pun harus menjadi respons alami kita pada saat menghadapi permasalahan hidup. Hal itu akan membantu kita terhindar dari kecelakaan rohani - HD

ALKITAB AKAN MEMBERI PERINGATAN MENGENAI KESALAHAN

SEBELUM ANDA TELANJUR MELAKUKANNYA !

Rabu, 03 September 2008

Yohanes 8:12-20

FIRMAN TERANG

Akulah terang dunia (Yohanes 8:12)

Yesus, rabi pengelana dari kota Nazaret, menyatakan bahwa Dia adalah terang dunia. Itu adalah pernyataan yang luar biasa dari seorang pria yang hidup pada abad pertama di Galilea, wilayah kecil di Kerajaan Romawi. Kota ini tidak memiliki kebudayaan yang dapat dibanggakan dan juga tidak memiliki filsuf terkenal, pengarang yang diakui, maupun pemahat yang berbakat. Kita pun tidak memiliki catatan sejarah bahwa Yesus pernah menjalani pendidikan formal.

Lebih daripada itu, Yesus hidup sebelum penemuan media cetak, radio, televisi, dan surat elektronik. Bagaimana Dia dapat berharap ide-ide-Nya dapat disebarluaskan di seluruh dunia? Semua ucapan-Nya terekam dalam ingatan para pengikut-Nya. Selanjutnya Terang dunia itu menerangi kegelapanatau begitulah tampaknya.

Berabad-abad kemudian kita masih menyimak dengan penuh rasa takjub ucapan-ucapan Yesus, yang telah dipelihara sedemikian rupa oleh Bapa-Nya. Firman-Nya menuntun kita keluar dari kegelapan, dan mengantarkan kita menuju terang kebenaran Allah; firman itu menggenapi janji-Nya, Barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yohanes 8:12).

Saya mendorong Anda supaya membaca perkataan-perkataan Yesus di dalam Injil. Renungkanlah. Biarkan perkataan-perkataan itu meresap dalam akal budi Anda dan mengubah hidup Anda. Maka Anda akan berkata seperti orang-orang yang hidup pada zaman-Nya: Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu! (Yohanes 7:46) - VG

KARENA YESUS ADALAH TERANG DUNIA

KITA TIDAK PERLU BERADA DALAM KEGELAPAN

Kamis, 04 September 2008

Nahum 1:1-8

MAHABESAR DAN MAHABAIK

Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa .... Tuhan itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan (Nahum 1:3,7)

Ketika kami masih kecil, saya dan kakak laki-laki saya selalu mengucapkan doa seperti berikut ini sebelum makan malam: Allah mahabesar, mahabaik. Marilah kita mengucapkan syukur kepada-Nya atas makanan ini. Selama bertahun-tahun saya mengucapkan doa ini tiada henti-hentinya karena saya tidak tahu akan seperti apa hidup saya nantinya jika hal ini tidak benar yaitu, jika Allah sebenarnya tidak mahakuasa dan tidak baik.

Tanpa kebesaran-Nya yang menjaga keteraturan di alam semesta, semua galaksi akan menjadi tempat sampah bintang-bintang dan planet-planet yang bertabrakan. Dan tanpa kebaikan-Nya yang berkata cukup untuk setiap penguasa jahat, maka bumi akan seperti taman bermain yang dikuasai oleh penggertak besar.

Doa masa kecil yang sederhana itu memuji dua sifat dasar Allah: transenden dan imanen. Transenden berarti bahwa kebesaran-Nya melampaui pemahaman kita. Imanen menggambarkan kedekatan-Nya kepada kita. Kebesaran Allah yang mahakuasa membuat kita tersungkur dalam kerendahan hati. Akan tetapi, kebaikan Allah mengangkat kita kembali dalam puji-pujian kemenangan dan ucapan yang penuh syukur. Dia yang mengatasi segala sesuatu merendahkan diri-Nya dan menjadi bagian dari kita (Mazmur 135:5, Filipi 2:8).

Puji Tuhan karena Dia mempergunakan kebesaran-Nya bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menyelamatkan kita. Selain itu, Dia mempergunakan kebaikan-Nya bukan sebagai alasan untuk menolak kita, melainkan untuk meraih kita - J

MANAKALA ANDA MERASAKAN KEBAIKAN ALLAH

PUJI-PUJIAN KEPADA-NYA AKAN KELUAR DARI BIBIR ANDA

Jumat, 05 September 2008

2Tesalonika 3:7-13

KERJA KERAS

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)

Salah satu ironi hidup terjadi pada Hari Buruh di Amerika Serikat dan Kanada, yaitu ketika sebagian besar pekerja diliburkan. Tetapi itu untuk alasan baik. Tak ada cara yang lebih baik untuk menghargai orang-orang yang bekerja keras selain memberi mereka hari libur!

Tampaknya Hari Buruh adalah waktu yang tepat untuk melihat lebih dekat apa yang diperlukan untuk memberi yang terbaik kepada atasan kita.

1. Apa pun tugas kita, kita bekerja bagi kemuliaan Allah (Kolose 3:23). Dalam hal ini, tak ada pekerjaan yang lebih baik dari yang lain. Masing-masing pekerjaan itu hasilnya harus menghormati Allah.

2. Cara kerja kita dapat menarik simpati mereka yang belum mengikut Kristus (1Tesalonika 4:11,12). Seorang atasan tak perlu memberi tahu seorang pekerja kristiani untuk memanfaatkan waktu dengan baik atau untuk bekerja keras.

3. Pekerjaan adalah sebuah cara untuk memenuhi tujuan ganda kita: mengasihi Allah dan sesama. Menunjukkan kasih kepada rekan kerja adalah cara yang baik untuk menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah (Matius 22:37-40).

4. Kita harus bekerja bagi mereka yang bergantung kepada kita. Orang yang tidak menjaga kelangsungan hidup keluarganya layak dicela (1Timotius 5:8).

Memiliki pekerjaan dapat berarti kerja keras. Bahkan bagi mereka yang benar-benar menikmati pekerjaannya, tak ada salahnya menikmati Hari Buruh. Tetapi sebelum hari di mana pekerjaan kita di dunia usai, tugas kita adalah menjadikan pekerjaan kita sebuah kesaksian bagi kemuliaan Allah - JB

YANG TERPENTING BUKANLAH BERAPA LAMA ANDA BEKERJA

MELAINKAN APA YANG ANDA LAKUKAN SELAMA INI

Sabtu, 06 September 2008

Kejadian 3:1-6

DOSAKU

Apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut (Yakobus 1:15)

Hawa menjelaskan aturan kepada setan, si penggoda. Menurut aturan yang ditetapkan Allah, ia dan Adam boleh memakan buah dari pohon mana pun di Taman Eden, kecuali buah dari pohon yang terletak di tengah taman. Katanya, dengan menyentuhnya saja bisa mengakibatkan maut.

Saya dapat membayangkan Setan memalingkan mukanya, dan sambil tertawa meremehkan ia berkata, Sekali-kali kamu tidak akan mati (Kejadian 3:4). Lalu ia mengelabui dengan mengatakan bahwa Allah menyembunyikan hal yang baik dari Hawa (ayat 5).

Selama ribuan tahun, si musuh telah mengulangi strategi itu. Bahkan ia tidak peduli jika Anda percaya terhadap kedaulatan Alkitab, selama ia dapat membuat Anda tidak percaya bahwa yang berada di antara Anda dan Allah adalah dosa.

Sekali-kali kamu tidak akan mati, katanya. Itulah tema dalam banyak novel modern. Lakonnya hidup dalam ketidaktaatan kepada Allah, namun tidak menerima konsekuensinya. Dalam tayangan televisi dan film, para lakonnya memberontak terhadap hukum moral Allah tetapi hidup bahagia selamanya.

Bahkan ada parfum bermerek My sin (dosaku). Aromanya sangat menggoda, menarik, dan menggairahkan, begitu bunyi iklannya, maka sebutan yang paling cocok baginya adalah My Sin. Anda tidak akan pernah menduga bahwa dosa adalah bau yang memuakkan bagi Allah.

Ketika pencobaan menghadang, apakah Anda akan Anda memercayai dusta Setan? Atau akankah Anda menaati peringatan Allah? - HR

SATU GIGITAN DOSA MENINGGALKAN RASA YANG PAHIT SETELAHNYA

Minggu, 07 September 2008

Lukas 5:17-26

ULURAN TANGAN

Siapa yang menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa

(Ayub 6:14)

Seorang mahasiswi bernama Kelly mengalami cedera patah lengan pada musim pertandingan bola voli pertamanya. Karena cedera ini berarti ia tidak dapat melanjutkan pekerjaan paruh waktunya. Lalu beberapa waktu kemudian, mobilnya mogok. Puncaknya, pemuda yang selama ini berpacaran dengannya tidak lagi menghubunginya. Kelly merasa begitu sedih sehingga ia mulai menghabiskan banyak waktu mengurung diri di kamarnya dan menangis.

Laura, salah seorang teman kristianinya di tim voli, prihatin dengan keadaan Kelly dan memutuskan untuk menolongnya. Lalu ia merencanakan sebuah kegiatan. Ia dan teman-temannya mengumpulkan uang, dan sekelompok pemuda memperbaiki mobil Kelly. Mereka mencarikan pekerjaan sementara bagi Kelly, yang dapat dilakukan dengan menggunakan satu tangan. Mereka pun memberinya tiket menonton pemain basket jagoannya pada saat tim basket tersebut datang ke kota. Tidak lama kemudian, Kelly pun pulih kembali. Ketika ia bertanya mengapa mereka melakukan semua itu baginya, Laura berkesempatan memberitahunya mengenai kasih Yesus.

Kisah Kelly mengingatkan saya tentang seorang pria yang lumpuh dan disembuhkan oleh Yesus. Kawan orang itu cukup peduli kepadanya sehingga ia membawanya kepada Sang Juru Selamat (Lukas 5:17-26).

Adakah teman Anda yang memerlukan bantuan? Pikirkanlah cara untuk dapat menolongnya. Tunjukkanlah kasih Kristus, lalu ceritakanlah Injil. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi manakala Anda mengulurkan tangan - DC

KASIH SEJATI MENGUBAH NIAT BAIK MENJADI TINDAKAN

Senin, 08 September 2008

1Korintus 15:51-56

LONCENG KEMENANGAN

Maut telah ditelan dalam kemenangan .... Hai maut, di manakah sengatmu?

(1Korintus 15:54,55)

Di Inggris pada abad ketujuh belas, bunyi lonceng gereja yang berkumandang memberikan pengumuman mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di daerahnya. Lonceng tersebut tidak hanya mengumumkan ibadat keagamaan, tetapi juga peristiwa pernikahan dan pemakaman.

Jadi, ketika John Donne, penulis sekaligus kepala Katedral St. Paul, terbaring tidak berdaya akibat wabah pes yang merenggut ribuan nyawa di London, ia dapat mendengar lonceng terus-menerus berdentang mengumumkan kematian demi kematian. Dalam tuangan pemikirannya pada buku harian renungan yang kemudian menjadi buku klasik, ia mendorong pembacanya, Kita tidak perlu mencari tahu untuk siapa lonceng itu berdentang. Lonceng itu berdentang untuk kita sendiri.

Tepat sekali! Kitab Ibrani mengajar bahwa kelak kita akan menghadapi maut: Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi (9:27).

Tetapi jika kita percaya kepada Injil, berita kematian tidak akan menggentarkan kita. Kita tahu, seperti yang dijaminkan Paulus dengan sukacita, bahwa kebangkitan Yesus yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa (2Timotius 1:10). Maut telah ditelan kemenangan oleh Tuhan Yesus Kristus (1Korintus 15:54). Sengatnya telah hilang (ayat 55).

Apabila lonceng berdentang bagi umat kristiani, maka lonceng tersebut mengumandangkan kabar baik tentang kemenangan Yesus atas maut - VG

KEBANGKITAN KRISTUS

ADALAH ALASAN BAGI KITA UNTUK BERSUKACITA

Selasa, 09 September 2008

1Tesalonika 1

MENJADI TELADAN

Gembalakanlah kawanan domba Allah ... [dengan] menjadi teladan bagi kawanan domba itu

(1Petrus 5:2,3)

Seorang induk cheetah membawa rusa muda yang masih hidup kepada anak-anaknya yang berusia lima bulan lalu melepaskannya. Setelah anak-anak cheetah itu melakukan beberapa penyerangan dan gagal, sang induk pun kemudian mengambil alih dan menunjukkan kepada mereka cara menangkap santapan malam.

Saya mengamati teknik yang sama, yang dipakai oleh petugas asuransi jiwa. Setelah ia menjelaskan berbagai manfaat sebuah polis, ia menceritakan betapa besar perlindungan yang ia dapatkan untuk keluarganya. Kata-katanya ini menimbulkan makna yang baru karena ia menunjukkan dengan memberi contoh bagaimana ia sendiri mengasuransikan keluarganya dengan benar.

Jika kita ingin mengajar orang lain seni mengenal Allah dan melayani-Nya, kita tidak dapat mengabaikan pentingnya dan kuasa teladan. Demikianlah Kristus dan para rasul-Nya mengomunikasikan pesan yang sama. Ketaatan mereka kepada Allah terlihat melalui istilah-istilah sehari-hari yang mudah dimengerti.

Kepemimpinan yang dilakukan dengan memberi teladan akan bersifat menular. Ketika Paulus menyebut orang-orang Tesalonika, yang telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan, ia berkata bahwa mereka juga telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya (1Tesalonika 1:6,7).

Kepemimpinan lebih dari sesuatu yang secara otomatis berjalan seiring status resmi seperti Ayah, Ibu, Pendeta, atau Guru. Orang-orang yang ingin memimpin serta menolong sesama harus menjadi teladan terlebih dahulu - MD

ANDA TAK DAPAT MENGAJARKAN APA YANG TIDAK ANDA KETAHUI

ANDA PUN TAK DAPAT MENUNTUN KE TEMPAT YANG TIDAK ANDA TUJU

Rabu, 10 September 2008

Mazmur 30

MENYANYI BAGI TUHAN

Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai

(Mazmur 30:6)

Penderitaan adalah bagaikan orang asing yang mencurigakan, yang mengetuk pintu rumah Anda. Mau tidak mau Anda harus mengizinkannya masuk karena ia terus-menerus mengetuk pintu dan tidak mau pergi.

Anda merasa yakin bahwa tidak ada seorang pun yang melihat kesedihan Anda dan Anda merasa kesepiantetapi Allah melihat kesedihan yang tengah Anda rasakan dan Dia mengerti. Setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku, keluh Daud di dalam Mazmur 6:7. Tuhan telah mendengar tangisku (ayat 9). Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? (56:9). Walaupun sepanjang malam ada tangisan, itu tidak akan berlangsung selamanya, karena menjelang pagi terdengar sorak-sorai (30:6).

Seperti halnya Daud, kita ingat bahwa kasih dan kebaikan hati Allah akan berlangsung selama seumur hidup kita. Dia telah berjanji tidak akan meninggalkan maupun membiarkan kita. Manakala kasih Allah masuk ke dalam pikiran kita, kepedihan hati dan ketakutan kita akan lenyap. Ratapan kita akan diubah menjadi tarian, pakaian kabung dan derita kita akan dilepaskan, dan kita pun diikat dengan sukacita. Kita dapat bangkit untuk menyambut hari sambil menyerukan puji-pujian karena belas kasihan, tuntunan, dan perlindungan yang telah diberikan-Nya. Kita bersukacita di dalam nama-Nya yang kudus (30:12,13).

Bagaimanapun keadaan kita, marilah kita menyanyi bagi Tuhan sekali lagi! - DR

PUJI-PUJIAN ADALAH SUARA JIWA YANG TERBEBASKAN

Kamis, 11 September 2008

2Petrus 1:1-11

MENGENAL YESUS

Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru Selamat kita, Yesus Kristus

(2Petrus 3:18)

Dalam bukunya yang berjudul The Call, Os Guinness bercerita tentang Arthur Burns, ketua Federal Reserve Board Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Burns, yang adalah seorang Yahudi, bergabung dengan kelompok Pemahaman Alkitab yang pada saat itu diadakan di Gedung Putih. Pada suatu hari, para anggota kelompok Pemahaman Alkitab itu terkejut tatkala mendengarkan doa Burns, Ya Allah, semoga tiba saatnya ketika semua orang Yahudi mengenal Yesus. Tetapi mereka lebih terkejut lagi ketika ia berdoa agar tiba saatnya ketika semua orang kristiani mengenal Yesus.

Burns menegaskan kebenaran mendasar yang harus kita gumulkan. Meskipun kita telah mengklaim nama Yesus Kristus, belum tentu orang lain dapat melihat bahwa kita sungguhsungguh mengenal Dia. Apakah kita telah memiliki hubungan pribadi dengan-Nya? Jika iya, apakah kita telah berjuang keras, berdoa, dan berusaha semakin mengenal Yesus setiap hari?

Petrus, orang yang mengenal Yesus dengan sangat baik, mengatakan bahwa pengenalan akan Allah dan akan Yesus Tuhan kita akan melimpahi kita kasih karunia dan damai sejahtera (2Petrus 1:2). Pengenalan akan Yesus memberi kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh (ayat 3). Dan pengenalan terhadap pribadi Yesus akan menolong kita mengembangkan karakter yang menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki hubungan pribadi dengan-Nya (ayat 5-8).

Apakah pada saat ini kita dapat dengan jujur berkata, Pada hari ini saya mengenal Yesus secara lebih baik daripada hari kemarin? - JB

SEMAKIN ANDA MENGENAL YESUS DALAM HATI

DUNIA AKAN SEMAKIN MELIHAT YESUS DALAM HIDUP ANDA

Jumat, 12 September 2008

Markus 1:16-20

BERJALAN DALAM DEBU-NYA

Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya ... lalu mengikuti Dia

(Markus 1:20)

Pada abad pertama, seorang Yahudi yang ingin menjadi murid seorang rabi (guru) harus meninggalkan keluarga dan pekerjaannya untuk mengikuti sang rabi. Mereka akan menjalani hidup bersama selama 24 jam setiap hari. Mereka akan berjalan dari satu tempat ke tempat lain, mengajar dan belajar, serta bekerja. Mereka berdiskusi dan menghafalkan Kitab Suci serta menerapkannya dalam hidup mereka.

Panggilan menjadi seorang murid, seperti yang dijelaskan dalam berbagai tulisan Yahudi pada zaman mula-mula mengenai etika dasar, adalah menyelubungi dirinya dalam debu kaki [sang rabi], meneguk setiap perkataannya. Ia mengikuti rabinya dengan begitu dekat sehingga ia akan berjalan dalam debunya. Dengan melakukan hal itu, ia akan menyerupai sang rabi, gurunya.

Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes mengetahui bahwa ini merupakan tipe hubungan yang diinginkan oleh Yesus ketika Dia memanggil mereka (Markus 1:16-20). Jadi, mereka pun segera meninggalkan pekerjaan mereka dan mengikuti Dia (ayat 20). Selama rentang waktu tiga tahun mereka bergaul karib dengan-Nya. Mereka mendengarkan pengajaran-Nya, menyaksikan berbagai mukjizat-Nya, mempelajari berbagai prinsip-Nya, dan berjalan dalam debu-Nya.

Sebagai pengikut Yesus yang hidup pada zaman ini, kita pun dapat berjalan dalam debu-Nya. Dengan meluangkan waktu untuk mempelajari dan merenungkan firman-Nya serta menerapkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan, kita akan menjadi seperti rabi kitaYesus - AC

IMAN DALAM KRISTUS TIDAK HANYA SATU LANGKAH

TETAPI PERJALANAN SEUMUR HIDUP BERSAMA-NYA

Sabtu, 13 September 2008

Yunus 3:10-4:11

MARAH ATAU BERSYUKUR?

Ketika Allah melihat perbuatan mereka, yakni bagaimana mereka berbalik

dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah

(Yunus 3:10)

Apa reaksi yang kita lontarkan ketika Allah menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang yang menurut kita layak untuk dihukum? Apabila kita tidak setuju, hal itu menunjukkan bahwa kita pun telah lupa betapa besar pengampunan Tuhan bagi kita.

Setelah Yunus mengikuti panggilan Allah yang kedua kalinya untuk menyerukan penghakiman-Nya terhadap Niniwe (Yunus 3:1-4), penduduk kota itu berbalik dari cara hidup mereka yang jahat, sehingga Tuhan tidak jadi menghukum mereka (ayat 10). Belas kasih Allah membuat Yunus marah. Ia kemudian berkata kepada Allah bahwa itulah yang ia takutkan akan terjadi, dan karena itulah ia sempat melarikan diri ke Tarsis. Aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang ... yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya (4:2).

Akan tetapi, Allah berfirman kepada Yunus, Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang? (4:11).

Kasih karunia Allah yang mengagumkan jauh lebih besar daripada dosa kita. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Efesus 2:8). Karena kasih karunia-Nya kepada kita, kita harus ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni [kita] (4:32).

Daripada kita marah ketika Allah berbelas kasih kepada orang lain, alangkah lebih baiknya apabila kita mengucapkan syukur - DC

KITA BOLEH BERHENTI BERBELAS KASIH KEPADA SESAMA

JIKA KRISTUS BERHENTI BERBELAS KASIH KEPADA KITA

Sabtu, 13 September 2008

1Timotius 6:6-19

BERJUANGLAH!

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal

(1Timotius 6:12)

Setelah hidup lebih dari 80 tahun, saya tahu bahwa segala pernyataan yang menawarkan cara melangsingkan tubuh tanpa usaha adalah omong kosong belaka. Demikian pula dengan segala judul khotbah yang menjanjikan kepada kita cara mudah untuk menjadi serupa dengan Kristus.

Penulis Brennan Manning bercerita tentang seorang pecandu alkohol yang meminta pendetanya untuk mendoakannya agar ia terlepas dari masalah kecanduan. Ia mengira ini adalah cara yang cepat dan mudah untuk mengatasi ketergantungannya. Sang pendeta, yang mengetahui motivasinya untuk minta didoakan menjawab, Saya punya ide yang lebih baik. Pergilah ke Alcoholics Anonymous [grup penolong pecandu alkohol]. Ia menyarankan orang itu untuk mengikuti program yang ada dengan tekun serta membaca Alkitab setiap hari. Dengan kata lain, kata sang pendeta mengakhiri ucap-annya, berjuanglah.

Berjuanglah. Itulah yang dikatakan oleh Paulus kepada Timotius, ketika ia memberi tahu betapa ia harus menata hidupnya supaya dapat mengajar orang percaya bagaimana mereka harus hidup. Coba Anda perhatikan kata kerjanya, Kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertadingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal (1Timotius 6:11,12).

Tidak ada cara yang mudah untuk membebaskan diri dari kecanduan alkohol, demikian pula tidak ada jalan tanpa usaha untuk menjadi serupa dengan Kristus. Apabila kita sungguh-sungguh ingin menjadi serupa dengan Yesus, kita pun harus terus berjuang - HV

PERTOBATAN ADALAH MUKJIZAT SESAAT ,

TETAPI MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS ADALAH USAHA SEUMUR HIDUP

Minggu, 14 September 2008

1Korintus 12:12-27

SAYA TURUT MERASAKAN

Jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita

(1Korintus 12:26)

Pada saat anak-anak saya masih kecil, salah satu dari mereka tersandung dan meringis menahan rasa sakit. Ketika saya memerhatikan dirinya yang sedang berusaha mengatasi sakitnya, saya pun berkata, Nak, Ayah ikut sedih. Kaki Ayah ikut sakit rasanya.

Sambil menengadah, ia memandang saya dan menimpali pernyataan saya tadi, Yah, kaki Ayah tidak benar-benar sakit, kan?

Tidak, saya memang tidak merasakan sakit secara fisik, tetapi saya ikut merasakan penderitaannya. Bahkan saya berharap, entah bagaimana caranya, rasa sakitnya itu dapat dipindahkan ke tubuh saya.

Rasul Paulus mengatakan kepada kita bahwa semua orang percaya yang berada di dalam Kristus adalah bagian dari satu tubuh (1Korintus 12:13). Dan jika satu bagian tubuh merasakan penderitaan, maka semua anggota turut menderita (ayat 26).

Apakah Anda berduka ketika seorang saudara seiman mengalami masalah? Apakah Anda terusik ketika seorang percaya terjerumus ke dalam dosa dan mengalami hukuman dari tangan Allah? Apakah hati Anda berduka apabila seorang anak Allah tengah mengalami masalah dan pencobaan yang berat? Jika tidak, mintalah kepada Tuhan saat ini juga untuk menolong Anda menjadi orang yang dapat berbagi duka dengan sesama dan bersimpati dengan mereka.

Ya, kepada setiap orang kristiani yang kita temui dan sedang mengalami tekanan, kita harus siap untuk berkata dari hati kita, Saya turut merasakan kepedihan Anda - RD

EMPATI = DUKACITA ANDA DALAM HATI SAYA

Senin, 15 September 2008

Yohanes 10:22-39

SULAP ATAU MUKJIZAT?

Jikalau ... kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu,

supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Dia

(Yohanes 10:38)

Pesulap Harry Houdini sering menampilkan adegan meloloskan diri yang menakjubkan. Ia diborgol, dimasukkan ke dalam kantung, dan dikunci di dalam petitetapi ia selalu berhasil meloloskan diri. Ada yang mengira bahwa ia memiliki kekuatan supernatural, tetapi Houdini sendiri mengaku bahwa semua triknya itu dapat dijelaskan.

Ketika sebuah museum di Wisconsin mengadakan pameran yang menyingkap rahasia adegan meloloskan diri Houdini yang terkenal tersebut, banyak pesulap mengatakan bahwa menyingkap rahasia sulap berarti melanggar kode etik mereka. Pameran itu membuktikan bahwa Houdini adalah seorang pesulap, bukan pembuat mukjizat.

Sebaliknya, Yesus adalah pembuat mukjizat. Dia menghubungkan tindakan-tindakan supernatural-Nya dengan kuasa Allah. Dia melakukan tindakan itu untuk menyembuhkan orang dan menunjukkan bahwa Dia adalah Dia yang diakuinyaAnak Allah. Dia berkata, Pekerjaan-pekerjaan [mukjizat-mukjizat] yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku .... tetapi jikalau ... kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Dia (Yohanes 10:25,38).

Mukjizat-mukjizat Yesus yang luar biasa ini meneguhkan identitas-Nya dalam sejarah. Kini, semua pekerjaan yang Dia tunjukkan melalui semua orang yang percaya kepada-Nya menyibak identitas-Nya di dunia ini. Sudahkah Anda membuktikan kebenarannya dalam hidup Anda? - DC

DI DUNIA YANG DIPENUHI MUSLIHAT

YESUS MENAWARKAN MUKJIZAT KESELAMATAN

Selasa, 16 September 2008

Yohanes 21:14-22

PERINTAH TUHAN KITA

Yesus berkata, ... Mari, ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia

(Markus 1:17)

Di Pantai Galilea, Yesus suatu kali mengajukan pertanyaan kepada Simon Petrus untuk menyelidik hatinya, Apakah engkau mengasihi Aku? (Yohanes 21:15-17). Kemudian Tuhan yang telah bangkit itu memberi tahu kepada murid-Nya, Petrus, bahwa kelak ia akan mati sebagai seorang martir. Mendengar pernyataan tersebut, Petrus pun menerimanya tanpa mengeluh.

Akan tetapi, kemudian Petrus mempertanyakan masa depan Rasul Yohanes (ayat 21). Kita hanya dapat menebak-nebak apa motivasi dari pertanyaannya itu. Apakah pertanyaan itu merupakan tanda perhatian seorang saudara? Apakah hal itu semata-mata hanyalah keingintahuan duniawi? Apakah Petrus kesal karena ia mengira Yohanes tidak mati sebagai martir?

Apa pun motivasi Petrus, Yesus menjawabnya dengan balik melontarkan pernyataan yang tidak hanya ditujukan kepada Petrus, tetapi juga ditujukan kepada setiap pengikut-Nya, Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku (ayat 22). Dengan pernyataan tersebut, Yesus sebenarnya hendak mengatakan, Jangan mengkhawatirkan hidup orang lain. Tugasmu adalah tetap mengikuti Aku dengan setia.

Kita begitu mudah membiarkan hubungan kita dengan Tuhan ditentukan oleh perilaku dan pengalaman orang lain. Akan tetapi, kita tidak boleh mengusik rencana Allah bagi orang lain. Meskipun ada suara-suara sumbang di sekitar kita, kita harus tetap mendengarkan perintah yang jelas dari Sang Juru Selamat, Tetapi engkau: ikutlah Aku - VG

UNTUK MENEMUKAN JALAN DI DALAM KEHIDUPAN, IKUTLAH YESUS

Rabu, 17 September 2008

Lukas 17:11-19

MENGAPA SAYA?

Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring (Lukas 17:15)

Beberapa tahun lalu, seorang remaja acak-acakan dan kurang dapat menyesuaikan diri bernama Tim (bukan nama sebenarnya) menyatakan kepercayaannya kepada Kristus dalam sebuah KKR penginjilan. Beberapa hari kemudian, masih berpenampilan acak-acakan tetapi bermandikan kasih Kristus, ia dikirim ke rumah saya supaya saya dapat menolongnya menemukan gereja yang tepat. Itulah awal ia bergereja dengan saya.

Walaupun Tim memerlukan dan menerima banyak pertolongan kasih dalam pertumbuhan rohani serta dalam santun sosial dasar, ada satu karakter yang tetap tidak berubahkasihnya kepada Juru Selamat yang belum terjinakkan.

Setelah kebaktian Minggu, Tim bergegas menghampiri saya, ia tampak kebingungan. Ia berseru, Mengapa saya? Saya terus bertanya-tanya kepada diri saya sendiri, kenapa saya? Oh, tidak, pikir saya, ia menjadi salah satu orang kristiani yang suka mengeluh. Tetapi lalu dengan tangan terentang, ia meneruskan, Dari semua orang di dunia yang lebih hebat dan lebih pintar dari saya, mengapa Allah memilih saya? Lalu ia bertepuk tangan dengan sukacita.

Selama bertahun-tahun saya mendengar banyak orang kristiani, termasuk saya, bertanya, Mengapa saya? ketika menghadapi masa sulit. Tetapi Tim adalah orang pertama bagi saya yang mengajukan pertanyaan itu berkaitan dengan berkat Allah. Banyak orang yang juga bertobat pada waktu yang bersamaan dengan Tim, tetapi saya bertanya-tanya, berapa banyak dari mereka yang dengan rendah hati bertanya, Mengapa saya? Semoga kita pun sering mempertanyakannya - J

MENGUCAP SYUKUR SEHARUSNYA

MENJADI SIKAP YANG MENGALIR TERUS-MENERUS

Rabu, 17 September 2008

Ibrani 12:18-24

KUMPULAN YANG TAK TERLIHAT

Kamu sudah datang ... kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah

(Ibrani 12:22)

Pada suatu hari Minggu pagi, ketika kami pergi ke West Virginia, kami mengunjungi suatu gereja kecil di sebuah desa yang kecil. Hanya ada lima belas orang yang hadir saat itu, tetapi mereka memancarkan sukacita pada saat menaikkan nyanyian. Dan sang pendeta pun berkhotbah dari Alkitab dengan sangat antusias. Akan tetapi, melihat kenyataan di sekelilingnya saya merasa kasihan kepada dia dan jemaatnya. Dengan kecilnya kemungkinan untuk bertumbuh, tampaknya hal itu merupakan pelayanan yang tidak menantang.

Namun, kesaksian seorang siswa seminari muda telah mematahkan dugaan saya! Ketika ia ditugaskan untuk melayani di kapel sebuah desa kecil, ia sempat merasa kecewa ketika yang hadir dalam kebaktian hanya dua orang. Pada saat ia membaca liturgi, ia membaca kalimat: Karena itu, bersama para malaikat dan semua penghuni surga, kita menyembah dan memuja nama-Nya yang kudus. Kalimat itu mengubah segala pemikiran di dalam kepalanya. Di dalam hati ia kemudian berkata, Ya Tuhan ampunilah aku. Aku tidak tahu bahwa ternyata ada begitu banyak yang hadir.

Ketika kita menghampiri Kristus dalam iman, kita akan bergabung dengan suatu kumpulan meriah yang tidak terlihat, yang digambarkan oleh penulis kitab Ibrani sebagai beribu-ribu malaikat, dan jemaat anak-anak sulung (12:22,23). Karena itu, ingatlah selalu kenyataan luar biasa ini pada saat Anda menyembah Allah. Hal ini akan memberi makna yang besar bagi setiap pelayanan, entah yang hadir pada saat itu ribuan atau hanya dua atau tiga orang - HL

KETIKA UMAT KRISTIANI DI BUMI MELAKUKAN PENYEMBAHAN

PENGHUNI SURGA TURUT MENYEMBAH BERSAMA MEREKA

Kamis, 18 September 2008

Ayub 23:8-17

TAMPILKAN KILAUNYA

Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji Aku, aku akan timbul seperti emas

(Ayub 23:10)

Bertahun-tahun yang lalu, saya membeli mobil Volkswagen keluaran tahun 1964 dari tetangga saya. Mesin mobil itu masih bagus, tetapi bagian luarnya tampak kasar. Permukaannya penuh penyokan, dan kotoran yang melekat telah memudarkan warna biru tuanya.

Setelah beberapa lama, saya merasa penasaran, apakah kilauan dan keindahan aslinya dapat dikembalikan. Saya yakin penyokannya dapat dihilangkan, tetapi bagaimana dengan hasil akhirnya? Lalu saya mulai bereksperimen di tempat-tempat yang paling parah. Saya senang sekali karena mendapati bahwa dengan kerja keras dan polesan di sana-sini, Volkswagen usang saya dapat kelihatan cemerlang kembali.

Sebagai orang kristiani, kita memiliki potensi untuk mencerminkan keindahan Juru Selamat kita. Tetapi dosa telah meninggalkan bekas dalam kepribadian kita, dan banyak jejak dosa yang harus dibuang sebelum karakter Yesus yang indah itu dapat terlihat di dalam diri kita.

Allah sering mengadakan perubahan semacam ini melalui proses yang keras disertai ujian, karena tekanan dapat membantu melepaskan kotoran, noda pemberontakan, serta keegoisan. Alkitab telah menyatakan kepada kita bahwa kesengsaraan menimbulkan ketekunan, tahan uji, pengharapan, dan keyakinan oleh Roh Kudus (Roma 5:3-5).

Mungkin kita berharap bahwa cuci mobil kilat dapat memperbaiki keadaan, tetapi tidak ada yang dapat menggantikan kesulitan-kesulitan yang dapat memunculkan kilau karakter yang menyerupai Kristus -J

PERMATA TAK DAPAT DIBENTUK TANPA GESEKAN

MANUSIA PUN TAK DAPAT MENJADI MATANG TANPA TANTANGAN HIDUP

Jumat, 19 September 2008

Mazmur 119:25-32

BERHENTI BERSEDIH

Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup

(Mazmur 119:77)

Apakah Anda merasa sedih? Apakah Anda sedang bergumul dengan salah satu hal terburuk dalam hidup? Anda tidak sendirian.

Alangkah menakjubkannya jika kita dapat merapal kata-kata rohani tertentu yang dapat membuat semua masalah kita lenyap, tetapi itu tidak akan terjadi. Hidup tidaklah terdiri dari senyuman dan hati yang gembira sajabahkan bagi umat Allah.

Tetapi dari pengalaman-pengalaman kelamlah timbul harapan akan pertolongan. Keputusasaan pemazmur, yang tercatat dalam Mazmur 119, menuntun pada janji akan kelegaan dan belas kasihan. Dari masalah timbul pengertian dan kekuatan baru. Pemazmur dengan bebas mengungkapkan perasaan dan keyakinannya bahwa Allah akan menjaganya.

Jiwaku melekat kepada debu (ayat 25). Kemudian ia mengajukan permohonan kepada Allah: Hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.

Jiwaku menangis karena duka hati (ayat 28). Lalu ia berharap dalam pemeliharaan Allah: Teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.

Aku akan mengikuti petunjuk perintah-perintah-Mu (ayat 32). Sekalipun di masa pencobaan berat, sang pemazmur berketetapan untuk mematuhi Allah.

Ya, ungkapkanlah keputusasaan Anda kepada Tuhantetapi jangan hanya berhenti di situ. Mintalah belas kasihan dan kekuatan-Nya. Tetaplah taat kepada-Nya. Berpeganglah pada janji-janji-Nya dalam Kitab Suci. Dia akan tetap menemani Anda melewati pencobaan apa pun - JB

JIKA KITA MEMILIKI PENGHARAPAN KITA DAPAT TERUS MELANGKAH

Sabtu, 20 September 2008

Ibrani 2:5-18

MEMBAWA SERTA

Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan,

mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara

(Ibrani 2:11)

Terdengar kor gerutuan setelah diumumkan bahwa penerbangan kami akan mengalami penundaan selama satu setengah jam. Karena cuaca buruk di Chicago, hanya beberapa pesawat yang dapat mendarat. Akan tetapi tidak lama kemudian, pengumuman lain membuat orang-orang itu ceria. Kami diberi tahu bahwa ada seorang kurir medis yang membawa tulang sumsum yang diperlukan untuk transplantasi. Hal ini membuat penerbangan kami menjadi prioritas utama untuk mendarat di Chicago. Dalam beberapa menit kami berangkat, terbawa serta oleh misi penting seseorang.

Ketika kami mendarat dan diantarkan langsung ke gerbang di OHare, salah satu bandar udara yang paling sibuk, saya kemudian merenungkan tentang Yesus Kristus, yang melalui kematian dan kebangkitan-Nya, telah memungkinkan kita untuk memasuki hadirat Allah. Hanya oleh iman pada karya-Nya, kita dipersekutukan dengan Dia dan turut ambil bagian dalam segala yang disediakan-Nya bagi kita. Penulis Kitab Ibrani mengatakan bahwa memang sesuai dengan keadaan Allah ... yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara (2:10,11).

Setiap hari, marilah kita menaikkan syukur kepada Allah atas karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, yang kasih serta pengurbanan-Nya telah membawa kita serta kepada Allah Bapa - DC

JIKALAU KITA DAPAT MENGUSAHAKAN KESELAMATAN DIRI SENDIRI

YESUS TIDAK AKAN MATI UNTUK MENYEDIAKANNYA

Minggu, 21 September 2008

Galatia 6:1-10

PERCAYALAH!

Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya

(Galatia 6:7)

Sebuah buku anak-anak yang berjudul The Chance World menggambarkan sebuah planet khayalan di mana segala sesuatu terjadi secara tidak terduga. Misalnya saja, matahari bisa terbit sehari penuh atau bahkan tidak terbit sama sekali, dan bisa muncul pada jam berapa saja. Bulan dapat bersinar selama beberapa hari. Suatu hari Anda dapat melompat dan tidak jatuh lagi ke tanah. Tetapi kemudian keesokan harinya gravitasi menjadi begitu kuat sehingga Anda bahkan tidak dapat mengangkat kaki.

Seorang pakar biologi yang berasal dari Skotlandia, Henry Drummond, berkomentar bahwa di tempat seperti itu, di mana hukum alam tidak berlaku, logika akan menjadi hal yang mustahil diterapkan. Tempat itu akan menjadi dunia yang gila, yang dihuni oleh orang-orang gila.

Kita harus mensyukuri ketergantungan atas hukum-hukum alam yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta. Hukum alam adalah keuntungan besar bagi kita jika kita mengenali dan menghargainya. Tetapi jika kita melanggar hukum alam, kita akan menanggung akibatnya.

Hal itu juga berlaku untuk hukum rohani Allah, misalnya pada bacaan hari ini. Orang yang mengabaikan standar Allah dan kemudian melayani keinginan dosa akan mengalami kehancuran. Tetapi orang yang mengikuti tuntunan Roh Kudus akan mengalami berkat hidup yang kekal.

Hukum Allah tidak pernah gagal. Apa pun yang terjadi, entah baik atau buruk Anda akan menuai apa yang Anda tabur. Percayalah! - RW

APABILA KITA MENABUR BENIH DOSA

KITA PASTI AKAN MEMANEN PENGHAKIMAN

Senin, 22 September 2008

2Samuel 12:1-14

RATAPAN DAUD

Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku akan menjadi tahir,

basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

(Mazmur 51:9)

Mungkin Anda sudah tahu cerita berikut ini. Raja Daud, penguasa Israel yang paling terkenal, orang yang dekat dengan hati Allah, menjadi pribadi seorang penggoda, pezina, pendusta, pembunuh. Ia menjadi sangat tidak berbelas kasihan dan tidak tergerak oleh kelakuan jahatnya. Penguasa Israel itu telah dikuasai oleh dosa.

Setahun berlalu setelah Daud berzina dengan Betsyeba dan merencanakan pembunuhan terhadap suaminya. Kondisi Daud secara fisik dan emosional memburuk. Pikirannya yang terganggu membuatnya gelisah dan sedih. Ia tidak dapat tidur nyenyak.

Ketika Daud dihadapkan dengan pelanggarannya, ia tidak dapat melakukan pembelaan diri. Ia kemudian berseru, Aku sudah berdosa kepada Tuhan (2Samuel 12:13). Dan Nabi Natan menjawab, Tuhan telah menjauhkan dosamu itu. Walaupun Daud harus menerima akibat buruk dari perbuatan dosanya, ia menerima jaminan pengampunan dari Allah.

Setelah menyadari betapa besar dosa dan akibat-akibatnya, Daud kemudian menuliskan Mazmur 51, nyanyian pertobatan dan permohonan atas pengampunan Allah. Aku sendiri sadar akan pelanggaranku .... Basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju (ayat 5,9).

Apakah Anda tengah menanggung akibat dosa? Jika demikian halnya, akuilah kesalahan Anda dan mintalah agar Allah membersihkan hati Anda. Maka Dia akan menunjukkan belas kasihan dan memulihkan sukacita Anda manakala Anda berbalik kepada-Nya - DH

PERTOBATAN BERARTI MEMBENCI DOSA

SEDEMIKIAN SEHINGGA ANDA BERPALING DARINYA

Selasa, 23 September 2008

Titus 1:5-16

BERJALAN KE LEMARI SAPU

Sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat

(Titus 1:7)

Penulis dan pendeta Stuart Briscoe menulis tentang acara pemakaman seorang veteran perang, di mana rekan-rekan militernya bertugas dalam acara itu. Mereka meminta sang pendeta agar memimpin mereka ke peti mati untuk mengheningkan cipta. Kemudian mereka akan mengikuti sang pendeta keluar melalui pintu samping.

Rencana itu dilaksanakan sesuai dengan ketepatan militer. Tetapi ternyata sang pendeta justru memimpin mereka berjalan menuju lemari penyimpanan sapu. Akibatnya, para prajurit itu mundur dengan ganjil.

Pendeta tersebut tidak sengaja melakukan kesalahan, tetapi hal itu mengilustrasikan bahwa para pemimpin harus tahu ke mana mereka pergi. Ke mana pun pemimpin pergi, ke situlah pengikutnya berjalan mengikuti.

Paulus meninggalkan Titus di Pulau Kreta untuk bersaksi mengenai Yesus Kristus. Titus harus menunjuk beberapa pemimpin bagi sekumpulan jemaat yang baru bertumbuh. Selain mengkhotbahkan Injil, tak ada hal yang dilakukan Titus bagi jemaat di Kreta yang lebih penting selain menemukan pemimpin yang tepat bagi mereka.

Para pemimpin gereja harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam Titus 1:6-9 dan membimbing orang lain menuju kedewasaan yang lebih tinggi dalam hubungan mereka dengan Kristus. Dan para pengikutnya harus dengan penuh kasih memercayai pemimpin rohani mereka untuk mencapai tujuan itu.

Entah Anda seorang pemimpin atau pengikut, ketahuilah ke mana Anda pergi. Jika tidak, maka Anda akan berakhir di tempat yang salah - HW

PEMIMPIN YANG LAYAK DIIKUTI

ADALAH PEMIMPIN YANG MENGIKUTI KRISTUS

Rabu, 24 September 2008

Filipi 1:15-26

MENANG DALAM SEMUA KONDISI

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan

(Filipi 1:21)

Lois baru saja menjalani operasi kanker dan sedang merenung sendirian. Sebelumnya ia telah berhadapan dengan kematian, tetapi semuanya adalah kematian dari orang-orang yang dikasihinyabukan dirinya sendiri.

Tiba-tiba ia sadar bahwa kehilangan orang yang ia kasihi lebih menakutkan baginya daripada kemungkinan ia kehilangan nyawanya sendiri. Ia jadi penasaran. Ia ingat bahwa ia pernah bertanya kepada dirinya sendiri sebelum menjalani operasi, Apakah aku siap mati? Jawaban langsungnya dari dahulu sampai sekarang adalah, Ya, aku siap. Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamatku.

Berbekal kesiapan atas kematiannya yang terjamin, ia kini hanya perlu berkonsentrasi untuk hidup. Kematian itu akan ia jalani dengan takut atau iman? Lalu seolah-olah Allah berkata, Aku telah menyelamatkanmu dari maut kekal. Aku pun ingin menyelamatkanmu dari hidup yang dipenuhi ketakutan. Kutipan Yesaya 43:1 muncul dalam pikiran, Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.

Sekarang Lois bersaksi, Ya, aku adalah milik-Nya! Kenyataan ini lebih penting daripada pernyataan dokter bahwa saya mengidap kanker. Kemudian ia menambahkan, Aku menang dalam semua kondisi, baik jika aku akan hidup atau mati!

Pandangan Lois merupakan gema ucapan Paulus dalam bacaan hari ini, Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Mari kita berdoa agar kata-kata itu bergaung di hati kita. Kepercayaan diri seperti itu akan membuat kita menang dalam semua kondisi -J

KITA DAPAT BENAR-BENAR HIDUP JIKA KITA SIAP UNTUK MATI

Kamis, 25 September 2008

Lukas 16:19-31

MISTERI AGUNG

Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan

(2Korintus 5:8)

Banyak orang menggemari kisah-kisah misteri. Memang menyenangkan berperan sebagai detektif dan mencoba menebak siapa pelakunya pada saat kita membaca novel misteri. Tetapi ada kasus yang tidak akan pernah kita pecahkan sebelum kita mengalaminya sendiri.

Kita yang telah menyaksikan dengan perasaan sedih kematian orang yang kita kasihi, mungkin akan bertanya-tanya mengenai keberadaan baru mereka. Hati kita sangat ingin mengetahui apa yang mereka lakukan atau di mana mereka berada saat ini. Jika mereka telah mengakui Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, kita tahu bahwa mereka berada di surga. Namun, pada saat ini, ada sebuah selubung yang memisahkan kita dari orang-orang yang kita kasihi dan kita tidak dapat melihat apa yang berada di balik selubung tersebut.

Akan tetapi, kita memiliki beberapa petunjuk mengenai misteri ini. Kita tahu bahwa orang-orang terkasih yang telah meninggal sedang menikmati hadirat Allah (2Korintus 5:8). Kita juga tahu bahwa mereka dikenali dan mengenali sekeliling merekasama seperti orang kaya dan pengemis yang dibicarakan Yesus dalam Lukas 16:22,23. Dan kita pun tahu bahwa mereka saat ini belum menerima tubuh sempurna yang akan mereka miliki kelak ketika Yesus kembali (1Tesalonika 4:13-17).

Lebih dari itu, kita telah diberi kebenaran ini: Allah, di dalam kasih dan kuasa-Nya yang tiada taranya, sedang merancang pertemuan yang mulia. Selanjutnya, sukacita kekal kita akan dimulai. Halaman terakhir dari misteri agung ini berakhir dengan bahagia - JB

UMAT ALLAH TIDAK PERNAH BERPISAH PADA AKHIRNYA

Jumat, 26 September 2008

Lukas 19:1-10

TABIB AGUNG

“Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya

ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat”

(Lukas19:8)

Dokter dapat mengobati banyak penyakit, baik sakit fisik maupun mental. Tetapi hanya Yesus yang dapat menyebabkan terjadinya kesembuhan yang membuat orang jahat menjadi baik.

Suatu kali seorang psikiater ternama mengakui keterbatasan dirinya dalam percakapannya dengan seorang pendeta Inggris, William Barclay. “Yang dapat dilakukan psikiater,” katanya, “adalah menyingkap pribadi seseorang sampai Anda mendapatkan pribadi yang sesungguhnya; dan jika pribadi manusia itu buruk, tidak ada yang dapat dilakukan terhadapnya. Itulah saatnya bagi Anda untuk turun tangan.” Di kemudian hari Barclay berkomentar, “Saya pikir yang dimaksudnya adalah itu saat bagi Yesus untuk turun tangan.”

Zakheus adalah orang jahat yang memerlukan kesembuhan batin. Sebagai kepala pemungut pajak, ia dapat mengambil apa yang telah dikumpulkan bawahannya. Karena itulah ia menjadi kaya. Rupanya ia telah mendengar tentang Yesus dan sangat ingin menemui-Nya. Karena bertubuh pendek, ia lalu memanjat pohon supaya dapat melihat dari atas kerumunan itu.

Saya yakin Zakheus dipenuhi oleh rasa bersalah ketika Yesus mendongak dan mengatakan bahwa Dia akan mampir ke rumahnya. Selanjutnya, ia berkata kepada Yesus bahwa ia akan memberikan separuh dari kekayaannya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang telah diperasnya. Yesus kemudian berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini” (Lukas 19:9). Seketika itu juga Zakheus sembuh secara rohani. Hanya Tabib Agung yang dapat membuat orang jahat menjadi baik - HL

TABIB AGUNG DAPAT MENJANGKAU ANDA

DI MANA PUN ANDA BERADA

Sabtu, 27 September 2008

Kejadian 3:7-13

BERSEMBUNYI DARI ALLAH

Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?”

(Kejadian 3:13)

Ada dua anak laki-laki kakak beradik yang sangat nakal sampai-sampai orangtua mereka kehabisan akal mengatasinya. Maka mereka meminta pendeta untuk berbicara dengan keduanya.

Pertama, pendeta itu menyuruh duduk anak yang lebih muda. Karena ia ingin anak itu berpikir tentang Allah, ia memulai percakapan dengan bertanya, “Di manakah Allah?” Anak itu tidak menjawab, sehingga ia mengulangi pertanyaan itu dengan nada tegas. Ia tetap diam. Dengan putus asa, pendeta itu menunjukkan jarinya ke wajah anak itu dan berteriak, “Di manakah Allah?!”

Anak lelaki itu langsung keluar ruangan, berlari pulang, dan bersembunyi dalam lemari pakaiannya. Kakaknya mengikuti dan bertanya, “Apa yang terjadi?” Si adik menjawab, “Kita dalam masalah besar sekarang. Allah hilang, dan mereka berpikir kita yang menyembunyikannya!”

Hal itu kedengarannya seperti Adam dan Hawa, yang merasa bersalah dan mencoba bersembunyi dari hadapan Allah (Kejadian 3:10). Mereka telah mengenal persekutuan Tuhan yang erat, tetapi kini mereka takut bertemu muka dengan-Nya. Namun, Allah mencari mereka dan bertanya, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Bukannya bertobat, Adam justru menyalahkan Allah dan Hawa, dan Hawa menuduh ular.

Bagaimana respons kita ketika kita telah berdosa terhadap Allah? Apakah kita bersembunyi, dan berharap Dia tak akan mengetahuinya? Jika kita milik-Nya, Dia akan mencari kita. Pilihan yang paling bijaksana adalah keluar dari tempat persembunyian, mengakui dosa, dan memulihkan persekutuan kita - AC

DOSA MENDATANGKAN KETAKUTAN

PENGAKUAN DOSA MENDATANGKAN KEMERDEKAAN

Minggu, 28 September 2008

Yohanes 2:1-11

PARA PELAYAN MENGETAHUINYA

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

(Yohanes 2:5)

Beberapa pesta pernikahan merupakan persoalan hidup dan mati. Persoalan itu kerap dirasakan demikian oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya. Setelah menikahkan tiga anak perempuan, saya dapat memahami kecemasan para orangtua dalam menyambut para tamu dengan baik. Karena itu, setiap kali saya membaca kisah perkawinan di Kana dalam Yohanes 2:1-11, saya selalu tersenyum.

Meskipun peristiwa itu agak lucu bagi saya, keajaiban Yesus mengubah air menjadi anggur mengandung tujuan serius, yaitu pernyataan Diri-Nya sendiri sebagai Anak Allah kepada para murid-Nya.

Banyak orang mungkin telah melihat tempayan batu berukuran besar yang diisi air sampai penuh. Namun, kepada para pelayan yang menuangkan air itulah Tuhan berkata, “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta” (ayat 8). Alkitab mengatakan, “Lalu mereka pun membawanya.” Ketaatan tanpa ragu yang mereka miliki itu merupakan teladan bagi kita saat menjalankan tugas sehari-hari yang diberikan Allah kepada kita.

Pemimpin pesta itu memuji mempelai laki-laki, dengan berkata, “Engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Ia tidak mengetahui asal anggur itu (ayat 10), “tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya” (ayat 9).

Sama seperti mereka, kita sadar bahwa ketika Allah menggunakan kekurangan kita untuk membantu orang lain, hal itu terjadi karena kuasa-Nya. Para pelayan di Kana yang mencedok air itu mengetahui bahwa pujian hanya pantas ditujukan kepada Yesus. Demikian juga kita - DC

KUASA ALLAH YANG MAHABESAR

LAYAK MENERIMA PUJIAN TERBAIK KITA

Senin, 29 September 2008

Roma 8:18-25

DUNIA DALAM MASA PERSALINAN

Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin (Roma 8:22)

Sejak dulu bumi melontarkan keluhannya. Kadang kala keluhan itu lebih menyerupai teriak kesakitan, seperti seorang ibu yang sedang melahirkan.

Rasul Paulus mengatakan bahwa “segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin” (Roma 8:22). Keluhan-keluhan ini acap kali muncul dalam bentuk gempa bumi, tanah longsor, badai, atau tsunami.

Sebuah lagu yang diciptakan Sarah McLachlan berbicara mengenai ketidakstabilan ini dan akibat-akibat tragis yang kerap muncul sebagai akibat goncangan geologis. Salah satu baris lagu yang berjudul World on Fire ini memberikan suatu gambaran yang berhubungan dengan tragedi:

“Aku melihat surga dan aku menemukan suatu panggilan; sesuatu yang dapat kulakukan untuk mengubah saat ini. Tetaplah tinggal di dekatku saat langit runtuh; aku tidak ingin ditinggalkan sendirian.”

Kita tidak sendirian dalam merindukan kembalinya Yesus, Juru Selamat kita. Saat kita menunggu, Dia selalu menemani kita. Seperti bumi, kita berseru dan meracau agar Allah membenahi banyak hal. Sebagai para pengikut-Nya kita dipanggil untuk menanti “dengan tekun” (ayat 25), walaupun berada di tengah ketidakpastian duniawi. Kelak semua ciptaan “akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (ayat 21).

Yesus mengatakan bahwa Dia akan selalu menyertai kita “sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Dan kita dapat memercayai janji-Nya - DB

YESUS MEMUNGKINKAN KELAHIRAN BARU KITA

DAN KELAHIRAN ALAM YANG BARU

Selasa, 30 September 2008

Markus 10:13-16

MENJANGKAU ANAK MUDA

Lalu Ia [Yesus] memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka (Markus 10:16)

Darmeisha tidak menyukai Suzanne, seorang anak perempuan yang menjadi tetangganya. Tetapi ia masih berulang kali mengetuk pintu rumahnya. Ia adalah seorang anak berumur 8 tahun yang kurang bahagia, yang tampaknya suka mengejek orang. Sebagian besar percakapan mereka diakhiri dengan ucapan Suzanne untuk menyuruhnya pulang.

Suzanne tidak menyukai Darmeisha, tetapi ia tahu gadis kecil itu mempunyai alasan mengapa ia bersikap seperti itu. Ia hidup dalam kemiskinan, tidak mempunyai ayah selama hidupnya, dan diabaikan oleh ibunya. Karena itu Suzanne meminta agar Tuhan menolong Darmeisha yang dikasihinya. Ia mulai menyapanya dengan senyuman dan menunjukkan ketertarikan terhadap hidup Darmeisha. Perlahan-lahan Darmeisha menyambut ramah dan mereka pun berteman.

Kini, keduanya itu berumur 13 tahun, dan mereka melakukan pendalaman Alkitab bersama. Mereka berbicara mengenai apa artinya mengikut Yesus, karena Darmeisha telah memberikan hidupnya kepada Dia.

Yesus meluangkan waktu untuk anak-anak. Dia “marah” ketika para murid menghalangi mereka datang kepada-Nya. Dia berkata, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka” (Markus 10:13,14). Dia bahkan mengatakan bahwa kita harus menyambut kerajaan-Nya seperti anak kecil (ayat 15).

Survei Barna pada tahun 2004 menunjukkan bahwa 85 persen orang kristiani memulai hubungan mereka dengan Yesus sebelum berusia 14 tahun. Karena itu, luangkan waktu untuk anak-anak. Jangkaulah anak-anak - AM

IMAN YANG KUAT KERAP DITEMUKAN DALAM HATI SEORANG ANAK

About this entry

Poskan Komentar

 

About me | Author Contact | Powered By holy of christ | © Copyright  2008