RENUNGAN BULAN MEI 2008

Kamis, 01 Mei 2008

Kejadian 8:15-22

PERAYAAN MUSIM SEMI

Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti ... siang dan malam

(Kejadian 8:22)

Ketika saya masih kecil, saya tinggal di West Michigan. Pada masa itu, kami selalu merayakan datangnya musim semi dan munculnya bunga-bunga pada tanggal 1 Mei. Pada perayaan menyambut musim semi itu, saya membuat keranjang bunga dari kertas, kemudian mengisi keranjang tersebut dengan bunga apa saja yang dapat saya temukan. Kebanyakan bunga-bunga itu adalah sejenis bunga bakung dan bunga violet. Kemudian saya menempatkan keranjang itu di depan pintu rumah tetangga, mengetuk pintunya, lalu saya cepat-cepat bersembunyi di belakang semak-semak. Dari balik semak-semak saya mengintip untuk melihatnya membu-ka pintu dan merasa terkejut melihat keranjang bunga itu. Ketika ia masuk ke dalam rumah, saya pun berlari pulang.

Keindahan bunga musim semi dan perubahan musim yang berlangsung secara teratur mengingatkan kita akan kesetiaan Allah. Ketika Nuh dan keluarganya serta binatang-binatang keluar dari bahtera sesudah banjir reda, Allah mengucapkan janji kepada mereka demikian, "Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam" (Kejadian 8:22). Dan sejak saat itu pula Dia telah setia memenuhi janji-Nya. Allah "telah menjadikan alam semesta", dan Dia senantiasa menopang "segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan" (Ibrani 1:2,3).

Karena itu, marilah kita bersyukur kepada Allah pada hari ini karena ciptaan-Nya yang indah dan kesetiaan-Nya dalam menopang dunia dan kita -AM

LIHATLAH KEAJAIBAN CIPTAAN

DAN BERSERULAH, "BETAPA AJAIBNYA ALLAH!"

Jumat, 02 Mei 2008

Wahyu 2:12-17

BATU PUTIH

Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru,

yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya

(Wahyu 2:17)

Pesan dari Tuhan kita kepada jemaat di Pergamus menyebutkan hal yang diselimuti teka-teki, yaitu mengenai "nama baru" yang tertulis pada "batu putih" (Wahyu 2: 17). Kira-kira apakah artinya?

Ada dua penjelasan yang masuk akal tentang hal ini. Dalam pengadilan kuno, ketika terdakwa dijatuhi hukuman, mereka akan menerima batu hitam dengan nama mereka tertera di atasnya. Jika mereka dibebaskan dari hukuman, mereka akan menerima batu putih. Demikian pula, mereka yang telah percaya kepada Yesus untuk diselamatkan akan dibebaskan dari penghakiman Allah. Alangkah leganya jika kita mengetahui bahwa dosa kita diampuni!

Penjelasan lainnya berasal dari pertandingan olimpiade kuno. Ketika para atlet memenangkan pertandingan, mereka akan dihadiahi batu putih, yang merupakan tanda kehormatan.

Kedua ilustrasi ini menunjukkan kepada kita keseimbangan kehidupan kristiani yang mengagumkan. Kita diselamatkan oleh kasih karunia semata-mata melalui iman (Efesus 2:8,9). Namun, orang kristiani yang taat sering bergumul ketika mereka berusaha melayani Dia yang telah menyelamatkan mereka. Satu penjelasan mengenai batu putih ini menggambarkan pembebasan cuma-cuma. Penjelasan lainnya menunjukkan bahwa kita akan diberi upah atas perbuatan baik kita (1 Korintus 3:13,14).

Memercayai Kristus sebagai Juruselamat akan memberi identitas baru kepada kita. Hal itu seperti menerima nama baru yang tertulis di atas batu putih, yang menunjukkan bahwa kita betul-betul diampuni -HF

YESUS MENGHAPUSKAN DOSA

DAN MEMBERI UPAH ATAS PELAYANAN KITA

Sabtu, 03 Mei 2008

Matius 6:5-15

LEBIH DARI BERHARAP

Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya

(Matius 6:8)

Ketika masih kecil, C.S. Lewis senang membaca buku E. Nesbit, terutama Five Children and It. Dalam buku ini, beberapa anak kakak beradik pada liburan musim panas bertemu dengan peri pasir kuno yang mengabulkan satu keinginan mereka setiap hari. Tetapi setiap keinginan hanya menimbulkan masalah bagi anak-anak tersebut dan bukannya membawa kegembiraan, karena mereka tidak bisa memperkirakan akibat dari terkabulnya segala sesuatu yang mereka inginkan itu.

Alkitab memberi tahu kita untuk menyatakan segala keinginan kita kepada Allah (Filipi 4:6). Tetapi doa itu tidak hanya menyatakan kepada Allah apa yang kita ingin Dia lakukan untuk kita. Ketika Yesus mengajar murid-murid-Nya bagaimana seharusnya berdoa, Dia mulai dengan mengingatkan mereka, "Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya" (Matius 6:8).

Apa yang kita sebut "Doa Bapa Kami" lebih merupakan hidup dalam hubungan yang bertumbuh dan memercayai Bapa surgawi daripada mendapatkan apa yang kita inginkan dari-Nya. Ketika kita bertumbuh dalam iman, doa kita tidak akan lagi berupa daftar keinginan, tetapi akan lebih berupa percakapan akrab dengan Tuhan.

Menjelang akhir hidupnya, C.S. Lewis menulis, "Jika Allah mengabulkan semua doa tolol yang pernah saya panjatkan selama hidup, sekarang saya akan berada di mana?"

Doa merupakan cara menempatkan diri kita di hadirat Allah untuk menerima apa yang sungguh-sungguh kita perlukan dari-Nya -DC

HAK TERISTIMEWA KITA ADALAH BERCAKAP-CAKAP DENGAN ALLAH

KEWAJIBAN TERPENTING KITA ADALAH MENDENGARKAN DIA

Minggu, 04 Mei 2008

Kisah Para Rasul 9:1-9

PERMOHONAN MULIA

Maka gemetarlah ia dan keheranan, katanya, "Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan?"

(Kisah Para Rasul 9:6)

Ketika masih menjadi mahasiswa seminari, saya sering terkesan oleh kisah-kisah orang kristiani yang telah melakukan pekerjaan besar bagi Allah. Maka saya memohon kepada Tuhan untuk mengaruniakan wawasan dan kekuatan rohani seperti yang mereka miliki. Kelihatannya itu permohonan yang mulia. Tetapi suatu hari saya menyadari bahwa itu sebenarnya doa yang egois. Maka, bukannya meminta Tuhan untuk menjadikan saya seperti orang lain, saya justru mulai meminta Tuhan untuk menunjukkan apa yang Dia ingin saya lakukan.

Ketika Saulus dari Tarsus bertobat sewaktu ia dalam perjalan ke Damaskus, ia mengajukan dua pertanyaan. Pertama, "Siapakah Engkau, Tuhan?" Dan karena menyadari bahwa ia berada di hadirat Allah yang hidup, maka hanya ada satu pertanyaan lagi yang penting: "Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan?" (Kisah Para Rasul 9:5,6). Ia menyadari bahwa ketaatan kepada kehendak Allah merupakan fokus utama sepanjang sisa hidupnya.

Permohonan akan kesehatan, kesembuhan, keberhasilan, dan bahkan kekuatan rohani tidaklah salah, tetapi bisa menjadi doa yang egois jika tidak mengalir dari hati yang berketetapan untuk taat kepada Allah. Yesus mengatakan, "Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku" (Yohanes 14:21). Ketaatan menyatakan cinta kita kepada Allah dan memungkinkan kita mengalami cinta-Nya bagi kita.

Apakah Anda sudah menyampaikan permohonan mulia: "Tuhan, apa yang Engkau ingin saya lakukan?" -HV

CARA TERBAIK UNTUK MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH

ADALAH MENGATAKAN "SAYA BERSEDIA" KEPADA ALLAH

Senin, 05 Mei 2008

Lukas 16:1-13

UANG ITU PENTING

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain

(Lukas 16:13)

Godfrey Davis, yang menulis biografi Duke Wellington, berkata demikian, "Saya menemukan sebuah catatan pembukuan tua yang menunjukkan bagaimana Duke membelanjakan uangnya. Catatan itu menjadi petunjuk yang jauh lebih baik mengenai apa yang dianggapnya benar-benar penting daripada membaca surat-surat ataupun pidato-pidatonya."

Bagaimana kita menangani uang banyak akan menunjukkan apa yang kita anggap penting dalam hidup ini. Karena itulah, Yesus berbicara mengenai uang. Seperenam isi Injil, termasuk satu dari setiap tiga perumpamaan, menyinggung tentang masalah pengurusan uang. Yesus memang bukan pengumpul dana. Dia membicarakan masalah uang karena uang adalah hal yang penting. Namun bagi beberapa orang di antara kita, uang sangat-sangat penting.

Yesus mengingatkan bahwa kita dapat menjadi budak uang. Kita mungkin tidak berpikir bahwa uang lebih penting daripada Allah. Tetapi Yesus tidak mengatakan kita harus melayani Allah lebih daripada uang. Masalahnya bukan mana yang mendapat prioritas pertama dalam hidup kita, tetapi apakah kita menjadi hamba uang, betapapun kecil prioritasnya. Pendeta sekaligus penulis George Buttrick mengatakan, "Dari semua perkara yang dapat dipilih oleh jiwa, akhirnya hanya ada dua pilihan—Allah dan uang. Semua pilihan, betapa pun kecil, betapa pun tersembunyi alternatifnya, hanyalah varian dari pilihan ini."

Apakah buku cek Anda menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuan bagi hidup Anda? -HW

UNTUK MENGECEK HATI SECARA CEPAT

LAKUKAN PENGECEKAN PADA BUKU CEK ANDA

Selasa, 06 Mei 2008

Kejadian 47:1-10

PENDEK DAN BURUK

Jawab Yakub kepada Firaun, "... Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya"

(Kejadian 47:9)

Kehidupan Yakub penuh pencobaan. Demikian pula hidup kita. Hidup menekan dan membatasi kita, menimpakan beban yang tidak ingin kita pikul. Akan tetapi penderitaan yang paling tidak adil, paling tidak layak kita terima, paling sia-sia, adalah kesempatan bagi kita untuk menanggapinya dengan cara yang dapat digunakan oleh Tuhan untuk mengubah kita menjadi serupa dengan-Nya. Kita dapat bersukacita dalam pencobaan yang kita hadapi, karena kita tahu bahwa kesulitan membuat kita "sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun" (Yakobus 1:3,4). Tetapi ini perlu waktu.

Kita menginginkan hasil yang cepat, tetapi tidak ada jalan pintas menuju tujuan akhir yang Allah tentukan bagi kita. Satu-satunya cara untuk bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus adalah dengan tunduk setiap hari pada kondisi yang Allah sediakan bagi hidup kita. Apabila kita menerima kehendak-Nya dan tunduk pada jalan-Nya, maka kekudusan-Nya akan menjadi milik kita. Perlahan-lahan tetapi pasti, Roh Allah mulai mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik, lebih lembut hati, lebih tegar, lebih kuat, lebih kokoh dan lebih bijak. Prosesnya misterius dan tidak bisa dipahami, tetapi demikianlah cara Allah melimpahi kita dengan rahmat dan keindahan. Kita pasti mengalami kemajuan.

Ruth Bell Graham mengatakan, semoga Allah memberi kita rahmat "untuk memikul panasnya api pembersihan, supaya beban kita tidak terasa semakin berat, tetapi kita dapat ikut memikul bagian penderitaan kita dan beban kita tetap ringan, dalam nama Yesus" -DH

ALLAH SERING MENGOSONGKAN TANGAN KITA

UNTUK MENGISI HATI KITA

Rabu, 07 Mei 2008

2Timotius 3

MENGUBAH FIRMAN?

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat

(2Timotius 3:16)

Alkitab, yang merupakan firman Allah tertulis, dapat mengubah hidup kita. Pesan keselamatannya tentu saja membuat perubahan yang paling mendalam di dalam diri kita. Akan tetapi, Kitab Suci juga dapat mengubah cara kita dalam memperlakukan orang lain. Ia dapat memberikan dasar yang kokoh bagi masyarakat dengan pengajarannya yang jelas terhadap lembaga-lembaga yang ada di masyarakat seperti pernikahan, keluarga, dan gereja.

Tetapi apa yang terjadi ketika apa yang dikatakan Alkitab—sebagaimana dipahami selama berabad-abad oleh orang-orang percaya yang terpelajar dan juga para mahasiswa teologi—ditolak? Mereka yang menolak pengajarannya berusaha mengubah firman Allah.

Dua kata Yunani dapat menjelaskan hal ini: eisegese dan eksegese. Eisegese adalah proses pembacaan teks untuk menarik pesan yang tidak tercantum dalam teks—menyelipkan suatu makna yang mengalir dari tindakan pribadi. Sebaliknya, eksegese berarti menarik makna yang jelas-jelas tersirat dari teks, dengan menggunakan konteks, bagian teks Kitab Suci lain yang memiliki topik sama, dan peralatan yang sah untuk memahami Alkitab seperti tafsir.

Bukannya berusaha mengubah firman Allah agar sesuai dengan gagasan kita sendiri, marilah kita mengizinkan firman Allah mengubah diri kita. Ketika kita membaca firman Allah dan menaati-Nya, Roh Kudus mengubah kita menjadi orang yang dikehendaki Allah.

Jangan mengubah firman Allah—izinkanlah firman itu mengubah Anda -JB

ALKITAB ADALAH KEBENARAN KEKAL

DAN KEINDAHAN YANG TIDAK PERNAH PUDAR

Kamis, 08 Mei 2008

Yehezkiel 33:23-33

KINI DAN SELAMANYA

Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu (Yakobus 1:21)

Rasa ngeri mencekam hati seorang tentara ketika mortir berdesing di atas kepalanya, senapan meletus, dan musuh mendekat. Tiba-tiba rasa sakit mengoyaknya ketika sebutir peluru menembus dada dan lengannya. Namun itu bukan akhir hidup tentara tersebut. Menurut artikel di The New York Times, peluru itu diperlambat oleh Perjanjian Baru yang dibawa di saku bajunya. Bertahun-tahun kemudian, orang ini masih menyimpan kitab yang terkena noda darah dengan lubang kasar di tengah-tengahnya itu. Ia percaya kitab itu telah menyelamatkan hidupnya.

Ini memang cerita yang menarik, tetapi ini tidak ada kaitannya dengan pertolongan rohani yang menyelamatkan hidup yang dapat diberikan oleh Alkitab. Dalam kitab Yehezkiel 33, kita membaca bahwa bangsa Israel kuno merasa terhibur dengan nubuat para nabi, tetapi mereka tidak menggunakannya untuk mengubah hidup. Mereka menyalahgunakan janji-janji Allah kepada Abraham untuk mendukung klaim mereka sendiri atas tanah (ayat 24). Mereka senang mendengarkan nubuat nabi (ayat 30), namun Tuhan berfirman kepada Yehezkiel, "Mereka mendengar apa yang kauucapkan, tetapi mereka tidak melakukannya" (ayat 31). Hasilnya? Mereka menerima hukuman Allah.

Demikian pula sekarang, firman Allah tidak untuk dipuja-puja sebagai pembawa keberuntungan atau untuk meringankan beban pikiran dengan membawa kelegaan sementara dari kecemasan. Firman diberikan untuk dilaksanakan sehingga bantuan-Nya tidak hanya berlaku untuk kehidupan sekarang ini, tetapi juga untuk selamanya -M II

KITA BELUM BENAR-BENAR MEMAHAMI FIRMAN

SEBELUM KITA MENLAKSANAKANNYA

Jumat, 09 Mei 2008

Mazmur 37:1-24

JANJI YANG "KELIRU"?

Bergembiralan karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu

(Mazmur 37:4)

Adakah janji Alkitab yang membuat Anda putus asa? Beberapa orang mengatakan Mazmur 37:4 adalah jaminan bahwa Anda akan mendapatkan apa pun yang Anda inginkan—pasangan hidup, pekerjaan, uang. Terkadang ini mengherankan saya, mengapa saya tak mendapatkan apa yang saya inginkan?

Bila suatu janji membuat Anda putus asa, saat itu tampaknya Allah tidak memenuhinya. Mungkin itu karena kita tidak memahami apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh ayat tersebut. Berikut ini terdapat tiga bantuan saran, menggunakan Mazmur 37 sebagai contoh:

Lihat konteksnya. Mazmur 37 memberi tahu kita agar tidak khawatir atau iri pada orang jahat. Fokus kita bukan pada apa yang mereka miliki, juga bukan pada hukuman yang tampaknya bisa mereka hindari (ayat 12,13). Sebaliknya, kita diperintahkan untuk memercayai Tuhan dan bergembira karena Tuhan (ayat 3,4).

Pertimbangkan ayat-ayat lain. Perikop 1 Yohanes 5:14 menyatakan bahwa permohonan kita harus sesuai dengan kehendak-Nya bagi kita. Bagian lain dari Kitab Suci mengenai topik yang sama membantu menyeimbangkan pemahaman kita.

Pelajari tafsir Alkitab. Dalam The Treasury of David, C.H. Spurgeon mengatakan mengenai ayat 4: "[Mereka] yang bergembira karena Allah, tidak menginginkan atau meminta apa pun melainkan berusaha menyenangkan hati Allah." Melakukan pemahaman yang sedikit lebih mendalam dapat membantu kita memahami ayat-ayat Alkitab yang membuat frustrasi seperti ayat yang kita bahas ini. Bila kita belajar menyenangkan Tuhan, kehendak-Nya menjadi kehendak kita dan Dia akan memberikannya pada kita -AM

ANDA TIDAK AKAN KEHILANGAN JANJI ALLAH

APABILA MEMERCAYAINYA

Sabtu, 10 Mei 2008

Wahyu 1:10-18

MENYENTUH DASAR

Yesus . . . oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa (2Timotius 1:10)

Setiap minggu orang-orang berkumpul untuk mendengarkan khotbah yang menggugah jiwa dari Joseph Parker, pendeta London’s City Temple yang terkenal di akhir abad 19. Kemudian krisis hebat menimpanya. Istrinya meninggal sesudah menderita penyakit yang menyiksa. Parker kemudian mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan seekor anjing menderita seperti istrinya. Sebagai suami patah hati yang doa-doanya tidak terjawab, kepada publik ia mengakui bahwa selama satu minggu ia telah menyangkal bahwa Allah ada.

Tetapi Parker hanya sementara kehilangan iman. Dari pengalaman itu ia meraih kepercayaan pribadi yang lebih kuat akan kebangkitan Yesus yang mematahkan kematian dan mulai bersaksi, "Saya telah mencapai dasar penderitaan, dan saya telah mendapatkan maknanya."

Dengarkan seruan kemenangan dari Kristus yang telah bangkit ketika Dia menyatakan kemenangannya atas maut: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya" (Wahyu 1:17,18).

Kematian adalah musuh kita yang paling mengerikan, merampas sukacita dan harapan kita, kecuali jika kemenangan kebangkitan Kristus menggema di hati kita. Apabila kita percaya kepada Pemenang perkasa atas kematian, keragu-raguan akan musnah dan terang menghalau kegelapan.

Genggamlah erat-erat kepercayaan yang penuh kemenangan itu manakala Anda bergumul melalui krisis hidup yang paling berat -VG

KARENA KUBUR KRISTUS YANG KOSONG

KITA DAPAT MENJADI PENUH PENGHARAPAN

Minggu, 11 Mei 2008

1Petrus 4:12-19

TIADA PENYESALAN

Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (Matius 16:27)

Seorang gadis kecil yang harus menjalani operasi, merasa ketakutan. Untuk membujuk dia, maka orangtuanya kemudian berjanji akan memberinya apa yang telah diingininya sejak lama, yaitu seekor anak kucing. Operasi itu berjalan dengan baik, namun saat pengaruh obat bius mulai sirna, sang anak terdengar bergumam kepada dirinya sendiri, Benar-benar cara yang tidak enak untuk mendapatkan seekor kucing!

Orang-orang kristiani yang mengalami kesukaran sewaktu melayani Tuhan tidak akan merasakan hal seperti itu saat mereka menoleh ke belakang. Memang benar bahwa setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2Timotius 3:12). Yesus berkata kepada para murid-Nya, Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku (Matius 16:24). Dia juga meyakinkan mereka bahwa saat Dia kembali ke bumi, Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya (ayat 27).

Paulus berkata bahwa penderitaan kita bagi Kristus tidak layak jika dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18). Dan Petrus mengatakan, Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya (1Petrus 4:13).

Orang-orang percaya yang bertahan di dalam kesukaran bagi Kristus akan menganggapnya sebagai hak istimewa untuk ambil bagian bersama Juruselamat mereka. Menderita bagi Dia mendatangkan upah yang pasti, tanpa penyesalan -RW

MELAYANI TUHAN MERUPAKAN INVESTASI

DENGAN DIVIDEN KEKAL

Senin, 12 Mei 2008

Pengkhotbah 2:1-11

MENGAPA SAYA MENDESAH?

Aku mulai putus asa terhadap segala usaha yang kulakukan dengan jerih payah di bawah matahari (Pengkhotbah 2:20)

Menurut Guinness Book of World Records (Buku Rekor Dunia Guinness), ada seorang gadis kecil berusia 15 tahun yang menguap terus selama lima minggu di tahun 1888. Tidak dijelaskan secara rinci apa sebabnya.

Hal tersebut membuat saya bertanya-tanya mengapa kita menguap. Mengapa seseorang tiba-tiba membuka mulutnya lebar-lebar, menarik napas dalam-dalam, dan mendesah? Jawabannya adalah bahwa napas yang pendek, udara hangat yang terjebak, atau kegelisahan dapat mengurangi jumlah oksigen di dalam tubuh. Maka Pencipta-Perancang kita memperlengkapi kita dengan refleks tarikan napas dalam yang segera mengirimkan oksigen untuk menolong. Selain penjelasan teknis ini, gerakan menguap atau mendesah biasanya menandakan kegelisahan, kelelahan, atau kebosanan.

Selain itu ada pula desahan jiwa. Dengan membaca Pengkhotbah, seolah-olah kita dapat mendengar Salomo mendesah ketika ia mencoba berbagai hal untuk menemukan arti. Berulang kali rohnya bereaksi terhadap berbagai situasi, dengan seruan, Segala sesuatu adalah sia-sia. Segala sesuatu yang disentuhnya menghasilkan kehampaan (1:2; 2:11). Akhirnya ia menyadari bahwa tak ada sesuatu pun yang dapat memberi kepuasan selain takut akan Allah dan berpegang pada perintah-perintah-Nya (12:13).

Ya Tuhan, tolonglah diri kami untuk menyadari bahwa desahan kekecewaan kami terhadap kesenangan dan hal-hal dunia ini dimaksudkan untuk membawa kami kepada-Mu. Hanya Engkau sendirilah yang memberikan nilai kekal atas segala hal yang kami kejar –MR

Selasa, 13 Mei 2008

Kejadian 2:1-7; Ibrani 11:1-3

APAKAH EVOLUSI ITU FAKTA?

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah

(Ibrani 11:3)

Teori evolusi bukannya tidak menyim-pan permasalahannya sendiri. Seorang ilmuwan mengatakan hal berikut tentang kehidupan yang dimulai dengan sendirinya: Asam amino harus tersusun di dalam urutan yang tepat agar dapat membentuk protein ... sama seperti huruf-huruf di dalam sebuah kalimat. Hukum kimia dan fisika saja tidak dapat melakukan hal itu. Peluang terbentuknya protein secara kebetulan adalah 1064 [10 dengan 64 nol di belakangnya] berbanding 1!

Banyak orang yang berasumsi bahwa teori evolusi itu benar. Namun, apakah teori itu dapat dibuktikan secara ilmiah? Sesuatu dianggap benar secara ilmiah hanya jika dapat dibuktikan berulang kali di bawah kondisi laboratorium. Pernyataan bahwa kehidupan itu muncul dengan sendirinya dari sebuah proses panjang yang tidak mengacu pada pribadi tertentu tidak dapat lolos dari uji kebenaran ini. Karena itulah evolusi tetap menjadi sebuah teori semata.

Jadi, jika Anda pernah tergoda untuk meragukan kisah penciptaan menurut kitab Kejadian, pertimbangkanlah alternatifnya. Peluang bagi sebuah protein sederhana untuk menciptakan dirinya sendiri saja terlalu kecil. Betapa jauh lebih masuk akal bagi kita untuk memercayai Allah dan firman-Nya: Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibrani 11:3).

Bukankah lebih masuk akal bila kita memercayai bahwa Allah saja yang merancang dan menciptakan alam semesta? (Kejadian 1:1) -HD

SEGALA CIPTAAN MENUNJUK KEPADA SANG PENCIPTA YANG MAHAKUASA

Rabu, 14 Mei 2008

Lukas 15:11-24

MAAFKAN SAYA

Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa (Lukas 15:21)

Permintaan maaf yang sungguh-sungguh dapat menjadi langkah pertama menuju pengampunan. Colleen O Connor menulis dalam The Denver Post: Permintaan maaf yang berhasil dapat melarutkan amarah, rasa malu, menunjukkan rasa hormat, membangun rasa percaya, dan membantu mencegah kesalahpahaman yang lebih lanjut. Permintaan maaf yang tulus membuat orang jauh lebih mudah mengampuni.

Pengarang Barbara Engel mengatakan bahwa permintaan maaf sejati tergantung pada tiga hal: penyesalan, tanggung jawab, dan perubahan.

Dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang diceritakan bahwa sang pemuda keras kepala yang pulang ke rumah setelah memboroskan harta warisannya, menghampiri bapanya dengan kerendahan hati dan perasaan bersalah, Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa (Lukas 15:21). Ia menunjukkan penyesalan atas luka yang ia timbulkan, bertanggung jawab atas tindakannya, dan siap bekerja sebagai pekerja upahan (ayat 19).

Sebagai pengikut Yesus, kita diperintahkan mengampuni orang lain ketika mereka bertobat dan menyesal (Lukas 17:3,4). Selain itu di dalam roh kerendahan hati dan kasih yang sama, kita harus menolong mereka yang perlu memaafkan kita dengan mengajukan permintaan maaf yang tulus.

Permintaan maaf yang tulus tidak memaksa orang lain untuk mengampuni, namun merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Kita harus mengambil langkah pertama menuju kebebasan untuk mengampuni -DC

PERMINTAAN MAAF DARI LUBUK HATI TIDAK DAPAT MENGUBAH MASA LALU

NAMUN DAPAT MENCERAHKAN MASA DEPAN

Kamis, 15 Mei 2008

Ratapan 3:19-41

SUMBER PENGHARAPAN

Tak habis-habisnya rahmat-Nya

(Ratapan 3:22)

Apa gunanya iman jika semuanya tampak sia-sia? Saya telah melontarkan pertanyaan yang mendalam itu dalam hidup saya, dan belum lama ini saya menerima surat dari seorang ibu yang menanyakan hal yang sama.

Ia menceritakan bahwa ia dan suaminya memulai pernikahan mereka dengan mencari kehendak Allah bagi hidup mereka dan memercayakan masa depan mereka kepada-Nya. Kemudian anak kedua mereka terlahir dengan sindrom Down. Respons awal mereka atas hal itu adalah sedih, terkejut, dan tak percaya. Namun pada hari kelahiran anak itu, Allah memakai Filipi 4:6,7 untuk meletakkan kedamaian di dalam hati mereka dan memberikan kasih yang abadi bagi anak mereka yang istimewa itu. Ayat itu berbunyi: Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah .... Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal akan memelihara hati.

Namun, hari-hari yang mereka lalui di gurun belum usai. Sembilan tahun kemudian, anak mereka yang keempat didiagnosa mengidap kanker. Sebelum usianya genap tiga tahun, ia meninggal. Keterkejutan, kesakitan, dan kesedihan menyeruak sekali lagi ke dalam kehidupan mereka. Dan sekali lagi, mereka menemukan pertolongan di dalam Allah dan firman-Nya. Ketika kesengsaraan mengimpit kami, kata ibu ini, kami kembali kepada firman Allah dan anugerah hidup kekal melalui Yesus Kristus.

Ketika persoalan hidup menghantam kita seperti gelombang pasang, kita dapat mengingat bahwa belas kasih Allah tak pernah meninggalkan kita (Ratapan 3:22). Dia dapat memberikan pengharapan yang kita perlukan –JB

Jumat, 16 Mei 2008

Yesaya 5:1-7

HAK-HAK ALLAH

[Allah menantikan] supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik,

tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam

(Yesaya 5:2)

Kidung Yesaya yang menggambarkan bangsa Israel sebagai kebun anggur milik Allah telah mengajarkan kepada kita bahwa Allah berhak untuk mengharapkan kasih, penyembahan, dan ketaatan dari orang-orang yang diberkati-Nya. Sayangnya, seperti orang-orang pada zaman Yesaya, banyak di antara kita yang menunjukkan sedikit rasa terima kasih. Dan kita dengan sengaja merusak hukum-hukum moral-Nya. Ketika kita bersikap seperti ini, Allah tentunya berhak untuk memberikan hukuman.

Sejarah mengungkapkan bahwa apabila sebuah bangsa mengabaikan Allah dan menolak firman-Nya, bangsa itu akan menuai buah yang pahit.

Pada hari ini kita diingatkan kembali mengenai kemerdekaan yang telah kita nikmati. Kita harus benar-benar mensyukuri kemerdekaan ini. Namun, kadang-kadang kita menyepelekannya, kurang peduli terhadap orang-orang yang mendapatkan berkat tidak terlalu banyak. Kita menjadi bangsa individual yang secara egois memaksakan hak, melakukan hal-hal yang tidak adil terhadap orang lain, dan tidak memikirkan kesejahteraan mereka.

Yang terburuk, sewaktu menuntut untuk mendapatkan kemerdekaan pribadi, kita tidak terlalu mendengarkan hak-hak Allah. Karena itu, kita perlu menyadari bahwa Dia adalah Tuan atas kebun anggur. Dia berharap agar kita menghasilkan buah-buah kasih dan ketaatan, dan bukannya anggur asam dari rasa tak bersyukur dan kejahatan (Yesaya 5:2).

Saat kita bersyukur kepada Allah atas hak-hak kita, janganlah kita melupakan hak-hak Allah -HV

KEMERDEKAAN SEJATI ITU BUKAN BERJALAN MENURUTI

DIRI SENDIRI MELAINKAN BERSERAH DI JALAN ALLAH

Sabtu, 17 Mei 2008

1Korintus 4:14-17

PERHATIKAN SAJA

Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus

(1Korintus 11:1)

Seorang anak laki-laki memandang kakeknya dan melontarkan pertanyaan dengan lantang, Kek, bagaimana Kakek menjalani hidup bagi Yesus? Kakek yang dihormati itu membungkuk dan berbisik kepada anak laki-laki tersebut, Perhatikan diriku saja.

Tahun berganti tahun, kakek itu memberikan teladan bagi anak tersebut untuk mengikuti Yesus. Ia tetap teguh menjalani hidup bagi-Nya. Namun, cucunya acap kali hidup dengan cara yang tidak menyenangkan Allah.

Pada suatu hari anak muda tersebut mengunjungi kakeknya dan mereka menyadari bahwa itu adalah kunjungan terakhir. Saat kakeknya terbaring tak berdaya, sang cucu membungkuk ke arah tempat tidur dan mendengar kakeknya berbisik, Apakah kamu telah memerhatikan aku?

Itulah saat yang menentukan dalam kehidupan anak laki-laki tersebut. Ia mengerti bahwa saat kakeknya berkata, Perhatikan diriku saja, ia bermaksud, Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus (1Korintus 11:1). Ia berjanji bahwa sejak saat itu ia akan hidup seperti kakeknyaberjuang untuk menyenangkan Yesus. Ia telah memerhatikan dan sekarang ia tahu bagaimana ia harus hidup.

Apakah ada seseorang yang memerhatikan Anda? Apakah ada kaum muda kristiani yang perlu melihat bahwa hidup bagi Yesus setiap hari dan dalam segala hal adalah sesuatu yang mungkin untuk dilakukan? Tantanglah merekadan juga diri Anda sendiri. Tantanglah mereka untuk memerhatikan. Lalu tunjukkan caranya kepada mereka -JB

TAK ADA KHOTBAH YANG LEBIH BAIK DARIPADA TELADAN YANG BAIK

Minggu, 18 Mei 2008

Yeremia 33:1-9

PEMULIHAN

Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka

kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah

(Yeremia 33:6)

Dua puluh delapan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 18 Mei 1980, Gunung St. Helens meletus. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana alam terbesar pada zaman modern. Puncak gunung itu menyemburkan bebatuan yang hancur setinggi 17 kilometer dan menjadi awan kelabu. Pada saat yang bersamaan, banjir batu, lumpur, dan es melanda lereng gunung itu, menghancurkan semua yang dilaluinya, menutup sungai-sungai, dan menghentikan perahu-perahu.

Selama seperempat abad yang lalu, pemerintah Amerika Serikat menghabiskan dana lebih dari 1 miliar dolar untuk pemulihan Gunung St. Helens dan perbaikan jangka panjang pada wilayah itu. Akan tetapi, berbagai pekerjaan di bidang teknik dan konstruksi yang dilakukan Korps Insinyur Tentara AS sepertinya "tidak terlihat" karena mereka membuat "banjir tidak pernah terjadi lagi, rumah dan lingkungan tidak akan hancur, dan lalu lintas perairan berjalan lancar".

Dalam proses pemulihan ini, saya melihat gambaran pengampunan dan pemulihan Allah akan bencana yang diakibatkan oleh pemberontakan kita. Ketika Allah mengizinkan umat-Nya ditawan bangsa Kasdim, Dia berjanji, "Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah" (Yeremia 33:6).

Pemulihan rohani kerap memerlukan waktu lama. Akan tetapi apabila kita mengizinkan Allah memulihkan kehidupan kita, Dia akan dapat menghindarkan kita dari kegagalan yang akan terjadi di kemudian hari -DC

KEKUATAN PEMBERSIHAN KRISTUS DAPAT MENGHILANGKAN

NODA DOSA YANG PALING BANDEL

Senin, 19 Mei 2008

Ibrani 9:24-28

DARI TERBENAM HINGGA TERBIT

Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya untuk satu kali saja ... demikian pula Kristus

hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang

(Ibrani 9:27,28)

Kariel sedang dalam perjalanan pulang dari acara anak-anak di gereja dengan teman-teman yang juga tetangganya. Sambil mengagumi matahari terbenam, ia berkata pada Gini, sang pengemudi, Matahari yang terbenam itu indah sekali, seperti surga! Lalu Gini bertanya, Kamu tahu cara masuk surga? Kariel, yang baru berumur 5 tahun, menjawab dengan yakin, Anda harus memiliki Yesus sebagai Juruselamatdan aku memiliki-Nya! Kemudian ia mulai bertanya kepada teman-temannya di dalam mobil itu, apakah mereka juga mengenal Yesus.

Pada sore yang sama, Chantel, kakak perempuan Kariel yang berusia 13 tahun sedang berada di gereja lain, ketika seseorang bertanya apakah ia mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Ia berkata bahwa ia mengenal-Nya sebagai Juruselamat.

Pada dini hari berikutnya, api yang berkobar melalap habis rumah Kariel dan Chantel, dan keduanya meninggal secara mengenaskan. Saat matahari terbit, mereka sudah berada di surga bersama Yesus.

Tak ada yang tahu akan hari esok. Pertanyaan yang sangat penting adalah: Sudahkah kita mengakui kebutuhan kita akan pengampunan Allah atas dosa kita dan memercayai Yesus sebagai Juruselamat? (Roma 3:23; Yohanes 1:12). Dosa telah memisahkan kita dari Allah dan kita seharusnya dihakimi, namun Yesus memberikan hidup-Nya untuk menggantikan kita (Ibrani 9:27,28).

Pastikan Anda telah memiliki keyakinan seperti Chantel dan Kariel. Kemudian, ketika Anda meninggal nanti, Anda akan bersama dengan Yesus -AC

TERBENAMNYA MATAHARI DI SUATU NEGERI

BERARTI TERBITNYA MATAHARI DI NEGERI YANG LAIN

Selasa, 20 Mei 2008

1Yohanes 4:1-3

KITAB YANG HILANG?

Setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus

(1Yohanes 4:3)

Setiap orang menyukai cerita yang bagus, namun banyak orang menganggap novel terlaris The Da Vinci Code sebagai fakta sejarah.

Alur cerita utama dalam buku itu adalah adanya dugaan bahwa kitab yang hilang dari Alkitab telah dirahasiakan oleh gereja selama berabad-abad. Kitab-kitab yang hilang ini menyatakan bahwa Yesus menikahi Maria Magdalena dan memiliki beberapa anak dari pernikahan itu. Hal ini sama sekali tidak mengungkapkan sejarah dan menyesatkan banyak orang.

Kitab-kitab yang diduga sebagai kitab-kitab yang hilang dari Alkitab ini ditemukan di Nag Hammadi, Mesir, pada tahun 1945. Kitab-kitab ini menyangkal kealkitabiahan Yesus dan mengembangkan penyembahan terhadap dewa-dewa, pendewaan diri sendiri, dan informasi rahasia.

Lalu mengapa gereja tidak memasukkan kitab-kitab ini ke dalam Alkitab? Karena dokumen-dokumen di dalamnya tidak memenuhi kriteria keaslian Kitab Suci, yang melibatkan beberapa pertanyaan utama: Apakah penulisnya adalah seseorang yang telah dipilih Yesus sebagai seorang rasul? Apakah kitab tersebut diterima secara luas di kalangan para pemimpin gereja? Apakah Roh Allah berbicara melalui kitab itu? Kitab-kitab yang hilang itu tidak lolos tes ini. Namun, semua kitab yang kita miliki di dalam Perjanjian Baru lulus tes ini.

Ketika banyak orang mempertanyakan keabsahan Kitab Suci, kita perlu memberi mereka jawaban yang terhormat dan jelas. Hal itu mungkin akan membuat mereka ingin lebih mengenal Alkitab kita dan Allah kita -HD

BAGI ORANG BIJAK, FIRMAN ALLAH ITU CUKUP

Rabu, 21 Mei 2008

Yohanes 17:1-5

KITA MENGENAL ALLAH?

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar,

dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus

(Yohanes 17:3)

Penulis Amerika, Mark Twain, terkenal karena kecerdasan dan pesonanya. Dalam suatu perjalanan ke Eropa, ia diundang untuk makan malam dengan seorang kepala negara bagian. Ketika anak perempuannya mengetahui undangan ini, ia berkata, Ayah mengenal semua orang penting yang harus dikenal. Tetapi ayah tidak mengenal Allah. Sedihnya, kata-kata ini benar karena Mark Twain adalah orang tak percaya yang skeptis.

Komentar anak perempuannya itu seharusnya menimbulkan pertanyaan terhadap diri kita sendiri, yaitu apakah kita mengenal Allah. Kita mungkin diberkati dengan persahabatan yang memperkaya hidup, berteman dengan begitu banyak orang penting, namun apakah kita mengenal Allah? Dan apakah pengetahuan kita akan Dia lebih dari sekadar informasi dari orang lain atau spekulasi, hal-hal yang mungkin dapat kita baca di buku?

Yesus ingin agar para murid-Nya memiliki pengenalan yang intim tentang Allah. Dia berdoa, Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3). Pengenalan ini benar-benar bersifat pribadi, dan hanya bisa didapatkan melalui persahabatan yang dalam dan lama. Sebenarnya, pengenalan yang dimaksud dalam bacaan ini dan di tempat lain dalam Kitab Suci digambarkan seperti keintiman suami istri saat mereka menjadi satu (Kejadian 4:1).

Kita dapat memiliki pengenalan itu jika kita meluangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan Allah, membaca firman-Nya, dan membagikan kasih-Nya kepada dunia -VG

MENGENAL ALLAH TAK CUKUP HANYA DENGAN PIKIRAN

ANDA HARUS MENGENAL-NYA DENGAN HATI

Kamis, 22 Mei 2008

Mazmur 32:1-7

DAUN-DAUN BERDEBU

Aku berkata, Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku, dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku (Mazmur 32:5)

Pohon karet yang saya beli untuk istri saya Dorothy, menambah sentuhan kehidupan di rumah kami. Namun, suatu pagi mendadak daun-daunnya layu. Saya pun menjadi bertanya-tanya apa gerangan yang sedang terjadi.

Ketika saya pulang untuk makan siang, pohon itu telah betul-betul berubah. Pohon itu menjadi seindah saat saya membawanya pulang dari toko. Daun-daunnya sudah segar lagi. Ketika saya bertanya kepada Dorothy mengenai hal itu, ia mengatakan bahwa ia membaca petunjuk rumah tangga tentang cara menjaga pohon agar tetap terlihat segar. Bacaan itu menyatakan bahwa debu yang menumpuk di atas daun sebenarnya dapat menghalangi cahaya mengenai permukaannya, jadi kita perlu membersihkan debu itu secara teratur. Dorothy telah melakukan hal itu dan hasilnya sangat menakjubkan.

Pada saat kita hidup di dunia ini, partikel-partikel dosa yang kecil dapat tumbuh di dalam hidup kita. Kebencian, kata-kata tajam, pikiran yang tidak murni, sikap egois, semuanya itu membahayakan daya tahan kerohanian kita. Jika hal-hal itu tidak segera diakui, mereka akan mulai membentuk lapisan debu yang menghalangi kita untuk mengalami cahaya anugerah Allah di dalam hati kita. Orang-orang di sekitar kita akan merasakan ada sesuatu yang janggal.

Jika tumpukan dosa yang tak diakui telah menumpuk dalam jiwa Anda, berlakulah seperti Daudakuilah dosa-dosa itu di hadapan Allah (Mazmur 32:5). Bersihkanlah daun-daun berdebu dalam hidup Anda, dan sekali lagi nikmatilah cahaya kemuliaan kasih Allah -DJ

PENGAKUAN DOSA MEMBERI JALAN UNTUK

CAHAYA PENGAMPUNAN ALLAH

Jumat, 23 Mei 2008

Amos 4:4-13

KEMBALI

"Kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman Tuhan

(Amos 4:6)

Kitab Amos dalam Perjanjian Lama telah memberi kita beberapa frasa yang tak terlupakan: "Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?" (3:3). "Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu" (4:12). "Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air" (5:24).

Namun, frasa yang paling sering disebutkan dalam Kitab Amos disebutkan lima kali di dalam pasal 4. Berulang kali Tuhan berbicara mengenai semua hal yang telah dilakukan-Nya untuk menghukum umat-Nya yang suka melawan dan mau menang sendiri, kemudian membawa mereka kembali kepada-Nya. Respons terhadap setiap kasus selalu sama: "‘Kamu tidak berbalik kepada-Ku,’ demikianlah firman Tuhan" (Amos 4:6,8-11).

Saat kita membaca dan heran dengan kekerasan hati mereka, kita juga harus bertanya apakah hal yang sama juga terjadi pada kita. Kita sudah merasa bahwa Tuhan berusaha mendapatkan perhatian kita, bagaimana kita merespons-Nya?

Nubuat Amos terdiri dari peringatan atas penghakiman, penawanan, dan penghancuran. Kendati demikian, tersedia panggilan untuk bertobat dan janji pemulihan: "Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kamu" (5:14).

Kitab Amos memiliki banyak frasa yang mudah diingat, tetapi seharusnya kita tidak pernah melupakan undangan Allah bagi semua orang yang menjauh dari-Nya: Kembalilah pada-Ku. Jika Anda belum kembali, maka kembalilah sekarang juga -DC

PERTOBATAN SEJATI BERARTI BERBALIK DARI JALAN YANG SALAH

DAN KEMBALI KE JALAN YANG BENAR

Sabtu, 24 Mei 2008

Yeremia 36:20-26

TAK PERLU PERUBAHAN

Segala tulisan ... diilhamkan Allah

(2Timotius 3:16)

Di setiap era selalu ada semangat zaman yang menantang penerimaan kita terhadap Kitab Suci. Godaannya adalah untuk menghilangkan atau mengubah beberapa bagian Alkitab yang tampak kuno.

Banyak orang merasa terpaksa untuk menolak beberapa bagian Alkitab, baik doktrin mengenai neraka atau pandangan Allah terhadap perilaku seksual. Mau tak mau, beberapa kebenaran akan menyerang setiap zaman.

Berabad-abad yang lalu, seorang raja Yahudi diberi sebuah gulungan yang berisi pesan dari Allah. Ketika dokumen itu dibacakan keras-keras, sang raja melakukan perlawanan. Dengan sebuah pisau kecil ia memotong bagian gulungan itu dan mencampakkannya ke dalam api. Pada akhirnya seluruh naskah itu dicampakkan ke dalam api. Sang raja dan para pegawainya yang telah mendengar firman Tuhan itu "tidak terkejut dan tidak mengoyakkan pakaiannya" (Yeremia 36:24). Akhirnya, raja itu kehilangan kerajaan oleh karena ketidaktaatannya.

Apabila kita secara selektif menyunting Alkitab agar sesuai dengan keinginan kita, atau mengabaikan pengajarannya, hal itu menunjukkan bahwa kita tidak takut akan Allah. Bukannya tunduk pada apa yang difirmankan-Nya, kita menempatkan akal kita yang terbatas dan hati nurani kita yang bisa salah di atas tulisan yang diilhamkan Allah.

Ketika Anda tergoda untuk tidak memerhatikan atau mengabaikan bagian dari firman Allah, ingatlah: "Segala tulisan ... diilhamkan Allah" (2 Timotius 3:16). Alkitab memberitahukan segala yang perlu kita ketahui untuk menjalani hidup yang berkenan bagi-Nya -HF

DI DUNIA YANG SENANTIASA BERUBAH

ANDA DAPAT MEMERCAYAI FIRMAN ALLAH YANG TAK BERUBAH

Minggu, 25 Mei 2008

Daniel 1:1-16

MEMPEROLEH PENGHORMATAN

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya

(Daniel 1:8)

Ketika seorang musisi profesional dengan nama panggilan "Happy" memutuskan untuk menjadi orang kristiani, ia berhenti bermain musik di klub malam dan melayani di sebuah misi penyelamatan. Beberapa waktu kemudian, ia ditelepon oleh seorang manajer klub yang ingin mengontraknya untuk melakukan pertunjukan yang akan mendatangkan banyak uang. Namun, Happy menolak tawaran tersebut, dan berkata kepada sang manajer bahwa ia akan bermain musik di pelayanan misi. Happy berkata, "Ia mengucapkan selamat kepada saya. Itu membuat saya terkejut. Ia hendak mengontrak saya untuk bernyanyi untuknya, tetapi ia justru mengucapkan selamat karena saya telah menolak tawarannya." Manajer itu menghormati keputusan Happy.

Daniel menjadi tawanan di negeri asing, namun ia tidak melupakan prinsip keagamaannya. Ia tidak mungkin dapat dengan sepenuh hati memakan daging yang telah dipersembahkan bagi berhala dan yang tidak disembelih menurut hukum Ibrani. Ia kemudian hanya meminta makanan sederhana yaitu berupa sayuran dan air, dan pelayan itu menanggung risiko kehilangan nyawa untuk menghormati permintaannya. Saya percaya, pelayan itu melakukannya karena tingkah laku Daniel yang baik membuatnya menghormati Daniel.

Dunia sekitar kita akan memandang remeh terhadap orang-orang kristiani yang tidak menjalankan apa yang telah mereka yakini. Oleh karena itu, kita harus senantiasa setia pada keyakinan kita. Kekonsistenan karakterlah yang membuat orang lain menghormati kita -HV

DENGAN HIDUP BAGI KRISTUS, ANDA MUNGKIN KEHILANGAN TEMAN

TETAPI BUKAN PENGHORMATAN MEREKA KEPADA ANDA

Senin, 26 Mei 2008

Yeremia 6:10-19

PERAWATAN YANG TAK MEMADAI

Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan,

katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera

(Yeremia 6:14)

Pergelangan kaki yang terkilir adalah hal yang biasa terjadi. Tetapi itu dapat menimbulkan masalah yang tak kunjung usai jika tak ditangani dengan baik. Orang yang terkilir ringan akan lebih baik jika beristirahat, dikompres es, dan kakinya diangkat. Namun, orang yang terkilir tetapi mengabaikannya dan terus beraktivitas meski kesakitan, dapat terkilir lebih parah.

Seorang ahli bedah kaki mengatakan bahwa kita sering terbiasa dengan terkilir dan membiarkannya, padahal "kaki terkilir yang paling ringan seharusnya diobati agar tidak kambuh lagi". Selain itu, luka yang parah tentunya butuh perlakuan layak.

Ketika Yeremia menyampaikan pesan Tuhan untuk menentang para pemimpin Yudea yang jahat, ia berkata, "Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera" (Yeremia 6:14). Ia sekali lagi menyalahkan perawatan yang tak memadai atas luka rohani parah di pasal 18:11, lalu bertanya, "Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka putri bangsaku?" (ayat 22).

Pertanyaan Yeremia yang menyelidik, mengilhami rohaniwan tua yang menyatakan pesan pengharapan dan pengampunan yang masih kita perlukan: "Ada balsam di Gilead untuk mengobati semua yang terluka; ada balsam di Gilead untuk menyembuhkan jiwa yang sakit karena dosa."

Balsam itu kuasa Yesus yang menyembuhkan luka kita yang dalam akibat dosa. Sudahkah Anda mengoleskan balsam-Nya? -DC

SANG TABIB AGUNG SELALU MEMILIKI OBAT YANG TEPAT

Selasa, 27 Mei 2008

Kolose 1:19-29

LEBIH DARI YANG TERBAIK

Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya,

yang bekerja dengan kuat di dalam aku

(Kolose 1:29)

Ketika John bekerja sebagai seorang wiraniaga di perusahaan asuransi terkenal bertahun-tahun silam, ia ingin bekerja secara efektif tanpa mengompromikan integritas kekristenannya. Namun beberapa orang di perusahaannya menganggap dirinya naif. Menurut mereka, seseorang hanya dapat memiliki salah satu, kenyamanan dalam bekerja atau integritas kekristenan. Bukan keduanya.

Namun John tetap memegang teguh komitmennya untuk menjadi teladan yang saleh di dunia bisnis. Meskipun ia berkecimpung di dalam pekerjaan yang mensyaratkan perhitungan akurat, ia memiliki kelemahan ketika harus berhadapan dengan aritmetika sederhana. Ini membuatnya lebih bergantung kepada Kristus dalam segala hal, sehingga kesaksiannya semakin luas.

Akhirnya John menjadi wiraniaga terbaik di perusahaan itu, dan Allah memakainya untuk memenangkan banyak koleganya bagi Kristus. Kemudian, sebagai kepala cabang, John beserta timnya menjadi cabang perusahaan terbesar di seluruh dunia, dan semua itu dilakukan tanpa mengompromikan integritas kristiani.

Apakah Anda tengah berjuang untuk hidup dan bekerja tanpa kompromi di tempat yang sulit? Apakah Anda telah melakukan yang terbaik, tetapi ternyata apa yang Anda lakukan tidak cukup? Kolose 1:29 mengingatkan kita bahwa ketergantungan kepada kuasa Allah yang sangat besar di dalam diri kitalah yang membuat kita menjadi efektif. John, sang pengusaha, menyimpulkan demikian: "Allah membantu saya melakukan yang lebih baik dari yang mampu saya lakukan!". Dia akan melakukan hal yang sama bagi Anda -J

JANGAN BERMEGAH PADA APA YANG DAPAT ANDA LAKUKAN BAGI KRISTUS ,

TETAPI PADA APA YANG KRISTUS LAKUKAN BAGI ANDA

Rabu, 28 Mei 2008

Kejadian 2:7,8,15-22

HUBUNGAN KREATIF

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita"

(Kejadian 1:26)

Saya merakit mobil balap pertama saya dengan biaya kurang dari 15 dolar. Dengan ketepatan gergaji dan usaha yang tak kenal lelah, saya memahat balok kotak kayu pinus yang kuat menjadi sebuah benda aerodinamis yang mengesankan.

Putra saya yang berusia 9 tahun mengecat produk yang sudah selesai itu dengan cat biru keunguan. Saya memoles rodanya hingga mengilat seperti cermin. Bersama-sama kami menambahkan detail stiker bergambar api dan menamai mobil balap kayu pinus kami "Pembalap Berapi". Putra saya tampak begitu gembira.

Tidak ada perasaan bangga yang dapat menandingi orangtua yang menciptakan sesuatu bersama anaknya. Inilah suasana ketika orang muda dan tua dapat menghargai sukacita kerja tim.

Di dalam Alkitab, kita melihat Allah menunjukkan kegembiraan atas ciptaan-Nya. Kejadian 1 mencatat pencapaian sempurna dari proses kreatif yang bersifat ilahi ini. "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka" (ayat 27). Lalu Allah memberi tugas kepada manusia: "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu" (2:15).

Seperti seorang ayah dengan anaknya, Allah bersukacita dalam kemitraan-Nya dengan kita. Sebagai Pribadi tritunggal yang sempurna, Dia bisa saja bekerja sendiri, tetapi Dia tidak melakukannya. Dia menciptakan kita sesuai dengan gambar-Nya, dan Dia bergembira atas kreativitas kita -DB

BAPA SURGAWI RINDU MELEWATKAN

WAKTU YANG BERKUALITAS BERSAMA ANAK-ANAK-NYA

Kamis, 29 Mei 2008

Mazmur 34:16-23

SEKOKOH BATU

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong (Mazmur 34:16)

Hari itu adalah hari yang menyedihkan di bulan Mei 2003 ketika pahatan "The Old Man of the Mountain" hancur berkeping-keping dan meluncur di lereng gunung. Wajah lelaki tua berukuran dua belas meter yang terpahat secara alami di White Mountains, New Hampshire ini telah lama menarik perhatian para turis. Kehadirannya begitu kokoh bagi warganya dan menjadi lambang resmi negara bagian tersebut. Bahkan Nathaniel Hawthorne pernah menulis tentang pahatan ini dalam cerpennya yang berjudul The Great Stone Face.

Beberapa warga setempat merasa sedih ketika pahatan lelaki tua itu runtuh. Seorang wanita berkata, "Saya tumbuh dewasa dengan berpikir bahwa ada seseorang yang menjaga saya. Tetapi kini saya merasa tidak begitu dijagai."

Ada kalanya kehadiran seseorang yang kita andalkan menghilang. Sesuatu atau seseorang yang kita percayai pergi, dan hidup kita terguncang. Mungkin kita kehilangan orang terkasih, pekerjaan, atau tubuh yang sehat. Kehilangan itu membuat kita kehilangan keseimbangan dan labil. Kita bahkan mungkin akan berpikir bahwa Allah tidak lagi menjaga kita.

Namun "mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong" (Mazmur 34:16). Dia "dekat kepada orang-orang yang patah hati" (ayat 19). Dia adalah Gunung Batu yang kehadiran-Nya selalu menjadi tempat kita bergantung (Ulangan 32:4).

Kehadiran Allah begitu nyata. Dia terus-menerus menjaga kita. Dia sekokoh batu -AC

PERTANYAANNYA BUKAN DI MANAKAH ALLAH

MELAINKAN DI MANA ALLAH TIDAK HADIR?

Jumat, 30 Mei 2008

Yosua 1:1-9

SELALU DI JEMBATAN

Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau

(Yosua 1:5)

Kawan saya Ralph mengalami kejadian mendebarkan saat melakukan perjalanan singkat dengan menaiki kapal perang induk USS Kennedy. Ia melihat bagaimana pesawat-pesawat jet penyerang mulai tinggal landas, dan mempertontonkan manuver. Ia diberi tahu bahwa kapan pun pesawat tinggal landas maupun mendarat—suatu operasi berbahaya—sang kapten mengawasi dari jembatan. Bahkan ketika pesawat-pesawat itu terus-menerus terbang, ia tetap berada di sana, tidur-tidur ayam di sela-sela tugasnya, jika perlu. Jadi, setiap kali seorang pilot tinggal landas atau mendaratkan pesawatnya, ia tahu sang kapten selalu mengawasi.

Bacaan Kitab Suci hari ini mengisahkan bahwa ketika Yosua harus mengambil alih tampuk kepemimpinan Israel, ia butuh diyakinkan kembali bahwa Allah akan menyertainya seperti Dia menyertai Musa. Bangsa Israel tahu Musa memiliki arahan ilahi selama menempuh perjalanan di padang gurun, karena Allah memimpin mereka dengan tiang api dan tiang awan.

Namun, bagaimana dengan Yosua? Allah berjanji kepadanya, "Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (Yosua 1:5). Akhirnya Yosua mampu memimpin Israel dengan keyakinan mutlak bahwa Allah selalu mengawasinya.

Di mana pun kita berada kini, betapa pun kerasnya usaha yang kita lakukan, atau apa pun peperangan rohani yang mungkin kita hadapi, kita memiliki keyakinan bahwa Allah bersama kita. Terlebih lagi, Dia memimpin, melindungi, dan memimpin kita. Dia selalu berada "di atas jembatan"! –DC

Sabtu, 31 Mei 2008

Lukas 18:1-8

Awali Hari

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan,

bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu

(Lukas 18:1)

Beberapa orang tidak akan memulai harinya tanpa secangkir kopi hangat lebih dulu. Ketika bangun pagi, tidak ada yang lebih penting daripada aroma kopi hangat yang semerbak. Tanpa bermaksud mengada-ada, bagi beberapa orang hal ini kadangkala menjadi pola hidup yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Seandainya saja pagi itu tidak ada kopi yang disediakan, bisa-bisa ia meledak dalam kemarahan dan sepanjang hari yang dilewati terasa begitu ganjil.

Meski demikian, ada pola hidup yang lebih baik daripada sekedar memulai hari dengan secangkir kopi hangat. Awalilah kehidupan dengan doa! Jika kita bisa kecanduan berat dengan kopi di waktu pagi hari, mengapa kita tidak bisa kecanduan dengan waktu-waktu kita bersama Tuhan di dalam doa? Bukankah harusnya kita akan merasa tidak siap untuk menjalani kehidupan kita dalam sepanjang hari seandainya tidak ada doa yang kita naikkan kepada Allah lebih dulu. Bahkan seharusnya kita merasa ada yang ganjil jika memulai hari kita tanpa doa.

Doa di pagi hari adalah kunci agar kita bisa berkemenangan dalam sepanjang hari. Doa di pagi hari adalah seperti alam yang menantikan embun dari atas, kunci kita mendapat kesegaran dalam kehidupan. Doa di pagi hari adalah seperti menantikan hangatnya sinar matahari yang merekah, kunci agar kita menjalani hidup dengan penuh gairah dan semangat. Doa di pagi hari adalah seperti suasana pagi yang masih sunyi, kunci agar kita terus mempertajam kepekaan kita terhadap “sinyal-sinyal” dari Tuhan.

Sungguh patut disayangkan kalau kita lebih suka meributkan secangkir kopi hangat daripada doa. Sungguh patut disayangkan kalau kita lebih asyik bergumul dengan bantal dan guling daripada bergumul di dalam doa. Bukankah kita pernah mendengar sebuah kata populer seperti ini : If you win the morning, you will win the day. Jika Anda berhasil menang di pagi hari, maka Anda akan menang dalam sepanjang hari. Jika kita bisa menang atas kedagingan kita di pagi hari dengan memulainya dalam doa, maka sepanjang hari itu juga kita akan beroleh kemenangan-kemenangan. Daud memulai harinya dengan doa. Yesus juga selalu mengawali hari-hari-Nya dengan doa. Itulah kunci kemenangan dalam kehidupan mereka. Jadi, hari gini belum doa juga? -millis

MILIKILAH KOMITMEN UNTUK MEMULAI HARI

DENGAN DOA TERLEBIH DAHULU

About this entry

Poskan Komentar

 

About me | Author Contact | Powered By holy of christ | © Copyright  2008