Bapa Kami Yang Ada di Sorga (Matius 6:9)






Perhatikan perumpamaan Tuhan Yesus berikut ini:

Lukas 18:9-14, Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Perhatikan, sekalipun orang Farisi dan pemungut cukai ini sama-sama berdoa di bait Allah, namun efek doa yang mereka dapatkan
berbeda. Mengapa? Karena Tuhan mendapati mereka berstatus beda. Si pemungut cukai yang bertobat dimata Allah dikenal sebagai orang yang mengenal Dia. Sementara orang Farisi yang notabenenya sebagai "guru agama" justru dimata Allah didapati sebagai orang yang tidak mengenal-Nya. Dan doa orang yang tidak mengenal Allah adalah doa yang sia-sia, tanpa dampak berarti.

Sehubungan dengan doa yang berdampak Tuhan Yesus mengajarkan suatu metode doa yang berbobot, itulah konsep doa Bapa kami!

Doa Bapa kami bukanlah mantra. Tidak dianjurkan orang hanya sekedar berdoa secara hafalan. Doa Bapa kami adalah patron doa yang perlu dibarengi oleh sikap seperti yang Tuhan Yesus ajarkan lewat doa ini. Ini berarti setiap orang percaya perlu memiliki pengertian yang benar dari setiap "unsur" dari doa Bapa kami. Karena sekali lagi doa ini bukanlah sekedar dihafalkan tetapi juga perlu dimengerti secara benar.

Beberapa minggu ini buletin kita akan membahas secara khusus tentang bagaimana mempraktekkan doa Bapa kami secara benar. Sangat diyakini apabila doa ini dipraktekkan dengan benar pasti akan menghasilkan hal-hal yang dashyat dari Tuhan.

Bapa Kami Yang Ada Di Sorga

Tidak ada satupun agama manapun di dunia ini yang memanggil Allah dengan sebutan Bapa kecuali dalam kekristenan 1Yoh. 5:7. Yang menjadi pertanyaannya mengapa Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Bapa? Perhatikan alasan berikut ini:


1. Menunjukkan Hubungan Dekat
Sejak dari semula Allah memperkenalkan Diri-Nya dalam rupa Pribadi seorang Bapa.

Yesaya 9:5, Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Lewat sebutan Nama-Nya Bapa, maka pada dasarnya Allah ingin setiap orang memiliki hubungan dekat dengan-Nya.

Allah menciptakan manusia dengan satu tujuan, yaitu menjadi ciptaan yang amat dikasihi-Nya. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, meninggalkan satu duka yang mendalam di hati Bapa. Itu sebabnya tanpa menunda lebih lama, di saat manusia pertama jatuh ke
dalam dosa, Bapa telah menubuatkan untuk mengorbankan Anak Domba Allah, yaitu Anak-Nya sendiri yang tunggal untuk datang menyelamatkan manusia. Tujuannya? Untuk mengembalikan status manusia ke dalam kemuliaan Allah yang sebenarnya.

Kejadian 3:21, Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Baju yang terbuat dari kulit binatang ini adalah bahasa profetis tentang pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib untuk membawa
manusia kembali dalam persekutuan yang intim dengan Bapa. Jadi amatlah aneh, kalau ada orang kristen yang telah ditebus dengan Darah Kristus, tetapi tidak memiliki kerinduan untuk dekat dengan Allah.

Ketika anak terhilang kembali kepada bapanya, alkitab mencatat bahwa yang pertama- tama melihat anaknya kembali adalah bapanya. Alkitab berkata: "Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya..." Luk 15:20. Ini menunjukkan betapa rindunya sang ayah siang malam dalam menanti-nantikan anaknya yang terhilang kembali ke pelukannya. Demikianlah halnya dengan kerinduan hati Bapa untuk memiliki persekutuan yang intim dengan Bapa. Hari ini disaat membaca buletin ini, adakah hati pembaca bisa menangkap
kerinduan Bapa untuk melihat Anda selalu berada dalam pelukan kasih-Nya?

Tanpa memiliki hubungan intim dengan Bapa, tidak akan pernah orang bisa berdoa dengan benar. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan suatu konsep doa yang benar di dalam Doa Bapa kami. Doa ini dibuka dengan kalimat: "Bapa kami yang ada di Sorga." Ini menunjukkan betapa pentingnya membangun hubungan intim dengan Bapa. Kalimat ini ditaruh di bagian paling awal, paling utama dalam doa Bapa kami ini menunjukkan bahwa persekutuan kita dengan Bapa harus menempati posisi utama dalam kehidupan sehari-hari.

Amatlah menyedihkan, di tengah-tengah hiruk pikuknya aktifitas harian yang rasanya kian sibuk ini membuat banyak orang tidak "sempat" memikirkan tentang Bapanya yang di Sorga. Kecenderungan yang ada, manusia baru "ingat" Bapanya yang di Sorga di saat problem menyelimuti hidupnya seperti halnya yang dialami oleh anak terhilang yang meninggalkan bapanya dalam Luk 15:11-31.

Renungkan sejauhmana saat ini hubungan yang telah terbangun antara kita dengan Bapa di Sorga?. Sekali lagi, kita baru bisa menjadi orang kristen sejati di saat kita memiliki pengenalan yang benar tentang Bapa kita di Sorga. Firman Tuhan berkata: "Umat-Ku binasa karena kurang mengenal Aku" (My people are destroyed for lack of knowledge) Hos. 4:6. Ayat ini tidak berkata "karena tidak", tetapi dikatakan "kurang" memiliki pengetahuan akan Allah maka umat Tuhan mengalami kehancuran. Konteks kata pengetahuan di ayat ini adalah pengetahuan akan Allah Hos 4:1. Orang bisa memiliki pengetahuan apa saja di dunia ini, tetapi jika
ia kurang memiliki pengetahuan tentang Bapa, ia akan pernah menjadi orang sesuai dengan disain Allah. Itu sebabnya setiap kita perlu untuk semakin mengenal dan bertumbuh dalam persekutuan intim dengan Bapa.


2. Membutuhkan Figur Bapa
Setiap orang (tanpa kecuali) membutuhkan figur Bapa. Menurut majalah kristen "Christianity Today", Amerika Serikat adalah pemecah rekor dalam hal perceraian. Survey menunjukkan bahwa angka perceraian tertinggi dipegang oleh Amerika. Tidak heran bila dunia kejahatan dan kemaksiatan kian bertambah-tambah di Amerika. Menurut hasil penelitian ternyata 40% anak-anak yang malang ini tidak menemukan figur ayah di rumah mereka. Tidak dipungkiri bahwa ada banyak macam penyebab keretakan pernikahan. Tetapi apapun penyebabnya seringkali dipicu oleh hilangnya figur ayah dalam keluarga. Seorang ayah tidak hanya memiliki tugas dan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan jasmani dari anggota keluarganya. Seorang ayah memiliki pula tanggung jawab untuk menampilkan figur bapa di tengah-tengah keluarganya.

Kehadiran figur Allah Bapa adalah untuk mengembalikan image/figur ayah yang telah rusak. Bila image/figur ayah ini tidak pulih, maka orang boleh berdoa apapun namun kerusakan akan tetap terjadi:

Malaeakhi 4:6, Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.


3. Hormati Allah Sebagai Bapa
Allah memperkenalkan Diri-Nya sebagai Bapa, tujuannya supaya umat Tuhan belajar memberikan hormat kepada-Nya. Tanpa sikap hormat kepada Dia, maka doa yang dinaikkan akan menjadi persembahan yang sia-sia.

Maleakhi 1:6, Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

Maleakhi 1:10, Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.

Banyak orang tertarik untuk belajar konsep doa yang berkuasa, tetapi "mengesampingkan" sikap hati terhadap Bapa. Banyak orang tahu bahwa untuk berdoa ia perlu memiliki iman Mrk. 11:24, untuk mengalami doa yang berkuasa ia harus terus bertekun di dalam doa Luk. 18:1,7, untuk mengalami janji Allah dalam doa, ia harus meyakini bahwa apa yang ia minta sesuai dengan firman Tuhan Yak 4:3. Itu semuanya baik dan perlu dilakukan! Tetapi semua itu akan menjadi sia-sia jika orang tidak memiliki sikap menghormati Bapa (Ingat pengalaman anak-anak Imam Skewa yang berdoa tanpa dibarengi sikap menghormati Allah sebagai Bapa, Kis 19:13-14). Hasilnya? Mereka justru "diterkam" dan dipermalukan oleh roh-roh jahat, Kis 19:15-16. Sejauh mana sikap hormat kita kepada Bapa? Sikap hormat kita kepada Bapa dinyatakan lewat ketaatan dan kerinduan untuk senantiasa menyukakan hati Bapa!

4. Membebaskan Kita Dari Ketakutan
Roma 8:15, Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

About this entry

Poskan Komentar

 

About me | Author Contact | Powered By holy of christ | © Copyright  2008